<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255</id><updated>2012-01-14T09:48:07.955-08:00</updated><title type='text'>Kisah-kisah inspirasional</title><subtitle type='html'>Kisah kisah yang mengandung inspirasi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-640527441862726431</id><published>2010-12-09T23:53:00.001-08:00</published><updated>2010-12-09T23:53:52.115-08:00</updated><title type='text'>Ayah</title><content type='html'>Biasanya anak-anak yg jauh dari orang tuanya merasa kangeen sekali dgn ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagimana dgn ayah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ibu lebih sering menanyakan keadaan anaknya setiap hari .tp taukah kamu jika ayahmu yg mengingatkannya utk menelfonmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mgkn ibu yg lebih sering mengajakmu bercerita,tp taukah kamu sepulangnya ia bekerja dgn wajah lelah ia selalu menanyakan kabarmu dari ibu mu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu kecil..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayah mengajari putri kecilnya bermain sepeda. Setelah dia mengganggap kamu bisa ia melepaskan roda bantu di sepedamu, Saat itu ibu menutup mata karena takut anaknya terjatuh lalu terluka.tp ayah dgn yakin menatapmu mengayuh sepeda dgn pelan karena dia tahu putri kecilnya pasti bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu menangis meronta meminta boneka yg baru,ibu menatapmu iba,tetapi ayah mengatakan dgn tegas “kita beli nanti,tapi tidak sekarang” karena ia tidak ingin kamu menjadi manja dgn semua tuntutan yg selalu di penuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kamu remaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamu mulai menuntut utk keluar malam. Lalu ayah mulai bersikap lebih tegas ketika mengatakan “tidak”.&lt;br /&gt;itu utk menjagamu karena kamu adalah sesuatu yg berharga.&lt;br /&gt;Lalu kamu masuk ke kamar membanting pintu.&lt;br /&gt;Tp yg dtg mengetok pintu dan membujuk mu adalah ibu.&lt;br /&gt;Taukah kamu saat itu dia memejamkan matanya dan menahan diri,karena Dia sangat ingin mengikuti keinginanmu. Tp lagi2 dia harus menjagamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat seorang cowok mulai sering datang mencarimu, ayah akan memasang wajah paling cool sedunia. Dan sesekali menguping atau mengintip saat kmu sdg brdua di ruang tamu. Tahukah kmu dia merasa cemburu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan saat dia melonggarkan sedikit peraturan, kamu melanggar jam malamnya. Ia duduk di ruang tamu menunggu mu pulang dgn sangat2 khawatir. Wajah khawatir itu mengeras ketika melihat putri kecilnya pulang terlalu larut. Dia marah. Karena hal yg di takutinya akhirnya datang “putri kecilnya sudah tidak ada lg”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat ayah sedikit memaksamu utk menjd seorang dokter. Ketahuilah bahwa ia hanya memikirkan masa depanmu nanti. Tp toh dia tetap tersenyum saat pilihanmu adalah menjd seorang penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai saat ayah harus melepasmu di bandara. Bahkan badannya terlalu kaku utk memelukmu. Ia hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu. Dia ingin menangis seperti ibu yg menangis dan memelukmu erat. Tp dia hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya dan menepuk pundakmu berkata “jaga diri baik2?. Agar kamu kuat utk pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yg mengerutkan kening adalah ayah. Berusaha mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dgn yg lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika permintaanmu bukan lg sekedar meminta boneka baru, dan ia tau ia tidak bisa memberikan. Dia sangat ingin mengatakan “iya nak,nanti kita beli” dan saat kata2 yg keluar adalah “tidak bisa” dari bibirnya. Tahukah kamu Ia merasa gagal membuat anaknya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat kamu sakit dan tidak berada di dekatnya. ayah terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak berkata “sudah di blg jgn minum air dingin!”.berbeda dgn ibu yg memperhatikanmu dgn lembut.&lt;br /&gt;ketahuilah saat itu ia benar2 khawatir dgn keadaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan di saatnya nanti kamu wisuda sebagai seorang sarjana. ayah adalah org pertama yg berdiri dan memberi tepuk tangan utk mu. Dia yg tersenyum bangga dan puas melihat “putri kecilnya yg tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai saat seorang teman hidupmu datang dan meminta izin mengambilmu darinya. ayah akan sangat berhati2 memberikan izin.karena ia tau laki2 itu yg nanti akan menggantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan saat ayah melihat mu duduk di panggung pernikahan bersama seseorang yg di anggapnya pantas menggantikannya. ayah pergi kebelakang panggung,dan menangis “tugasku telah selesai dgn baik.putri kecilku yg lucu telah menjadi wanita yg cantik”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayah hanya bisa menunggu kedatangan mu dan cucu2nya sesekali utk menjenguknya. Dgn rambut yg telah memutih dan badan yg tak lagi kuat utk menjagamu dari bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayah adalah sosok yg harus selalu terlihat kuat bahkan ketika dia tidak kuat utk tdk menangis. Harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. ayah jg orang pertama yg selalu yakin bahwa “kamu bisa” dalam hal apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih syg seorang ayah hingga tugasnya selesai.kmu adalah salah satu org yg beruntung. Karna ayah adalah sosok superhero yg hebat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-640527441862726431?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/640527441862726431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=640527441862726431' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/640527441862726431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/640527441862726431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2010/12/ayah.html' title='Ayah'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-8418674374943570101</id><published>2010-12-09T23:45:00.000-08:00</published><updated>2010-12-09T23:46:51.161-08:00</updated><title type='text'>Cinta Laki - Laki Biasa</title><content type='html'>Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu pasti bercanda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan? Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania terkesima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak 'luar biasa'. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akhirnya menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!&lt;br /&gt;Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli juga pintar!&lt;br /&gt;Tidak sepintarmu, Nania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli!&lt;br /&gt;Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.&lt;br /&gt;Cantik ya? dan kaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak imbang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendarahan hebat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania, bangun, Cinta? Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yg diceritakan oleh seorang sahabat..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-8418674374943570101?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/8418674374943570101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=8418674374943570101' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/8418674374943570101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/8418674374943570101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2010/12/cinta-laki-laki-biasa.html' title='Cinta Laki - Laki Biasa'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-2356998821090012502</id><published>2009-07-31T01:18:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:20:50.749-07:00</updated><title type='text'>KISAH LIMA PERKARA ANEH</title><content type='html'>Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahawa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang negkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disedari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu terkeluar semula dari tempat ia ditanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung helang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung helang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pehanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahawa, "Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukittetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa sahaja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain. Haruslah kita ingat bahawa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berkata Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu." Dengan ini haruslah kita sedar bahawa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan mengata hal orang walaupun ia benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-2356998821090012502?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/2356998821090012502/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=2356998821090012502' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/2356998821090012502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/2356998821090012502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/07/kisah-lima-perkara-aneh.html' title='KISAH LIMA PERKARA ANEH'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-7337573823174639302</id><published>2009-07-31T01:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:14:45.180-07:00</updated><title type='text'>KISAH BUMI DAN LANGIT  　</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/SnKn3ANuzNI/AAAAAAAAAFY/TdRbYOpsnec/s1600-h/muhammad.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/SnKn3ANuzNI/AAAAAAAAAFY/TdRbYOpsnec/s320/muhammad.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364534669543918802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adapun terjadinya peristiwa Israk dan Mikraj adalah kerana bumi merasa bangga dengan langit. Berkata dia kepada langit, "Hai langit, aku lebih baik dari kamu kerana Allah S.W.T. telah menghiaskan aku dengan berbagai-bagai negara, beberapa laut, sungai-sungai, tanam-anaman, beberapa gunung dan lain-lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata langit, "Hai bumi, aku juga lebih elok dari kamu kerana matahari, bulan, bintang-bintang, beberapa falah, buruj, 'arasy, kursi dan syurga ada padaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata bumi, "Hai langit, ditempatku ada rumah yang dikunjungi dan untuk bertawaf para nabi, para utusan dan arwah para wali dan solihin (orang-orang yang baik)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi berkata lagi, "Hai langit, sesungguhnya pemimpin para nabi dan utusan bahkan sebagai penutup para nabi dan kekasih Allah seru sekalian alam, seutama-utamanya segala yang wujud serta kepadanya penghormatan yang paling sempurna itu tinggal di tempatku. Dan dia menjalankan syari'atnya juga di tempatku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit tidak dapat berkata apa-apa, apabila bumi berkata demikian. Langit mendiamkan diri dan dia mengadap Allah S.W.T dengan berkata, "Ya Allah, Engkau telah mengabulkan permintaan orang yang tertimpa bahaya, apabila mereka berdoa kepada Engkau. Aku tidak dapat menjawab soalan bumi, oleh itu aku minta kepada-Mu ya Allah supaya Muhammad Engkau dinaikkan kepadaku (langit) sehingga aku menjadi mulia dengan kebagusannya dan berbangga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Allah S.W.T mengabulkan permintaan langit, kemudian Allah S.W.T memberi wahyu kepada Jibrail A.S pada malam tanggal 27 Rejab, "Janganlah engkau (Jibrail) bertasbih pada malam ini dan engkau 'Izrail jangan engkau mencabut nyawa pada malam ini."&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jibrail A.S. bertanya, " Ya Allah, apakah kiamat telah sampai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah S.W.T berfirman, maksudnya, "Tidak, wahai Jibrail. Tetapi pergilah engkau ke Syurga dan ambillah buraq dan terus pergi kepada Muhammad dengan buraq itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Jibrail A.S. pun pergi dan dia melihat 40,000 buraq sedang bersenang-lenang di taman Syurga dan di wajah masing-masing terdapat nama Muhammad. Di antara 40,000 buraq itu, Jibrail A.S. terpandang pada seekor buraq yang sedang menangis bercucuran air matanya. Jibrail A.S. menghampiri buraq itu lalu bertanya, "Mengapa engkau menangis, ya buraq?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata buraq, "Ya Jibrail, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 tahun, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mahu makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api kerinduan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Jibrail A.S., "Aku akan menyampaikan engkau kepada orang yang engkau rindukan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Jibrail A.S. memakaikan pelana dan kekang kepada buraq itu dan membawanya kepada Nabi Muhammad S.A.W. Wallahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buraq yang diceritakan inilah yang membawa Rasulullah S.A.W dalam perjalanan Israk dan Mikraj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-7337573823174639302?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/7337573823174639302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=7337573823174639302' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7337573823174639302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7337573823174639302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/07/kisah-bumi-dan-langit.html' title='KISAH BUMI DAN LANGIT  　'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/SnKn3ANuzNI/AAAAAAAAAFY/TdRbYOpsnec/s72-c/muhammad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-1490722503337426937</id><published>2009-07-31T01:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:12:06.736-07:00</updated><title type='text'>Berkat Membaca Bismillah</title><content type='html'>Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan.Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya. &lt;br /&gt;Suaminya berkata sambil mengejak, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."  &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan.Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya. &lt;br /&gt;Suaminya berkata sambil mengejak, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-1490722503337426937?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/1490722503337426937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=1490722503337426937' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/1490722503337426937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/1490722503337426937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/07/berkat-membaca-bismillah.html' title='Berkat Membaca Bismillah'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-3824063682378963166</id><published>2009-07-31T01:03:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:06:27.935-07:00</updated><title type='text'>Kisah Pemuda Bernama : 'UZAIR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/SnKl-QeewhI/AAAAAAAAAFQ/u90EbTTSyqY/s1600-h/allah_gr.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 254px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/SnKl-QeewhI/AAAAAAAAAFQ/u90EbTTSyqY/s320/allah_gr.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364532595144966674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ketika 'Uzair memasuki kebunnya yang menghijau dengan pokok-pokok tamar dan tiba-tiba hatinya telah terpesona serta tertarik untuk memikirkan rahsia keindahan dan keajaiban alam ini. Sesudah memetik buah-buahan dia pulang dengan keledainya sambil menikmati keindahan-keindahan alam sekitarnya sehingga keledai yang ditungganginya tersesat jalan. Setelah sekian lama barulah dia sedar bahawa dia telah berada di suatu daerah yang tidak dikenali oleh beliau serta sudah jauh dari negerinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik sahaja dia sampai ke daerah itu dilihatnya kampung itu baru sahaja diserbu oleh musuh-musuh sehingga menjadi rosak-binasa sama sekali. Di tapak atau bekas runtuhan terdapat mayat-mayat manusia yang bergelimpangan yang sudah busuk serta hancur. Melihatkan pemandangan yang mengerikan itu, dia pun turun dari keledainya dengan membawa dua keranjang buah-buahan. Manakala keledainya itu ditambat di situ, kemudian dia pun duduk bersandar pada dinding sebuah rumah yang sudah runtuh bagi melepaskan penatnya. Dalam pada itu, fikirannya mula memikirkan mayat manusia yang sudah busuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana orang-orang yang sudah mati dan hancur itu akan dihidupkan oleh Tuhan kembali di negeri akhirat?" begitulah pertanyaan yang datang bertalu-talu da tidak terjawab olehnya sehingga dia menjadi lemah-longlai dan kemudian terus tertidur. Dalam tidur itu, dia seakan-akan bertemu dengan semua arwah (roh-roh) orang-orang yang sudah meninggal itu. Tidurnya amat luar biasa sekali, bukan hanya sejam atau semalam, tetapi dia telah tidur terus-menerus tanpa bangun-bangun selama seratus tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa dia tertidur itu, keadaan di sekitarnya sudah ramai lapisan baru, rumah serta bangunan-bangunan banyak yang telah didirikan. Dalam masa seratus tahun itu, segala-galanya sudah berubah, manakal 'Uzair tetap terus tidur tersandar di dinding buruk itu menjadi jasad (tubuh) yang tidak bernyawa lagi. Dagingnya sudah hancur dan tulang belulangnya sudah hancur lebur berderai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian jasad 'Uzair yang telah mati, daging dan tulangnya yang sudah hancur itu disusun kembali oleh Allah pada bahagiannya masing-masing lalu ditiupkan ruhnya. Dan ketika itu juga 'Uzair hidup kembali seperti dahulu. 'Uzair terus berdiri seperti orang yang bangun dari tidur lantas dia mencari keledai dan buah-buahannya di dalam keranjang dahulu.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian, turunlah beberapa malaikat seraya bertanya, "Tahukah engkau ya 'Uzair berapa lama engkau tidur?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa berfikir panjang 'Uzair menjawab, "Saya tertidur sehari dua ataupun setengah hari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu malaikat pun berkata kepadanya, "Bahwa engkau terdampar di sini genap seratus tahun lamanya. Disinilah engkau berbaring, berhujan dan berpanas matahari, kadang-kadang ditiup badai dan berhawa sejuk dan juga panas terik. Dalam masa yang begitu panjang, makanan engkau tetap baik keadaannya. Tetapi cuba lihat keadaan keldai itu, dia sendiri pun sudah hancur dan dagingnya sudah busuk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata malaikat lagi, "Lihatlah dan perhatikanlah sungguh-sungguh. Demikianlah kekuasaan Allah. Allah dapat menghidupkan kembali orang yang sudah mati dan mengembalikan jasad-jasad yang sudah hancur lebur dan dengan semudah itu pulalah Tuhan akan membangkitkan semua manusia yang sudah mati itu nanti di akhirat untuk diperiksa dan diadili segala perbuatannya. Hal ini diperlihatkan oleh Tuhan kepada engkau supaya iman engkau tetap dan engkau sendiri dapat menjadi bukti kepada manusia-manusia lain supaya engkau dan manusia-manusia lain tiada syak dan ragu-ragu lagi tentang apa yang diterangkan Tuhan tentang akhirat itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 'Uzair melihat makanan dan keldainya yang sudah hancur itu, maka 'Uzair pun berkata, "Sekarang tahulah saya bahwa Allah itu adalah berkuasa ke atas tiap-tiap sesuatu." Tiba-tiba keledai yang sudah hancur berderai itu dilihatnya mulai dikumpulkan daging dan tulangnya. Dan akhirnya menjadi seperti sediakala yaitu hidup kembali bergerak-gerak dan berdiri sebagaimana sebelum mati. Maka 'Uzair pun berkata, "Sekarang tahulah saya bahawa Allah berkuasa di atas segala-galanya." Lalu dia pun terus mengambil keldainya dahulu dan terus menunggangnya pulang ke rumahnya dahulu dengan mencari-cari jalan yang sukar untuk dikenali. Dilihatnya segala-gala telah berubah. Dia cuba mengingati apa yang pernah dilihatnya seratus tahun dahulu. Setelah menempuhi berbagai kesukaran, akhirnya dia pun sampai ke rumahnya. Sebaik sahaja dia sampai di situ, dia mendapati rumahnya sudah pun buruk di mana segala dinding rumahnya telah habis runtuh. Semasa dia memandang keadaan sekeliling rumahnya, dia ternampak seorang perempuan tua, lantas dia pun bertanya, "Inikah rumah tuan 'Uzair?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya," jawab perempuan itu. "Inilah rumah 'Uzair dahulu, tetapi 'Uzair telah lama pergi dan tiada didengar berita tentangnya lagi sehingga semua orang pun lupa padanya dan saya sendiri tidak pernah menyebut namanya selain kali ini sahaja." Kata perempuan itu sambil menitiskan airmata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sayalah 'Uzair," jawab 'Uzair dengan pantas. "Saya telah dimatikan oleh Tuhan seratus tahun dahulu dan sekarang saya sudah dihidupkan oleh Allah kembali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan tua itu terkejut seakan-akan tidak percaya, lalu dia pun berkata, "'Uzair itu adalah seorang yang paling soleh, doanya selalu dimakbulkan oleh Tuhan dan telah banyak jasanya di dalam menyembuhkan orang yang sakit tenat." Sambunya lagi, "Saya ini adalah hambanya sendiri, badan saya telah tua dan lemah, mata saya telah pun buta kerana selalu menangis terkenangkan 'Uzair. Kalaulah tuan ini 'Uzair maka cubalah tuan doakan kepada Tuhan saya mata saya terang kembali dan dapat melihat tuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uzair pun mendaha kedua belah tangannya ke langit lalu berdoa ke hadrat Tuhan. Tiba-tiba mata orang rua itupun terbuka dan dapat melihat dengan lebih terang lagi. Tubuhnya yang tua dan lemah itu kembali kuat seakan-akan kembali muda. Setelah merenung wajah 'Uzair dia pun berkata, "Benar, tuanlah 'Uzair. Saya masih ingat." Hambanya itu terus mencium tangan 'Uzair lalu keduanya pergi mendapatkan orang ramai, bangsa Israil. 'Uzair memperkenalkan dirinya bahwa dialah 'Uzair yang pernah hidup di kampung itu lebih seratus tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita itu bukan sahaja mengejutkan bangsa Israil, tetapi ada juga meragukan dan ada yang tidak percaya kepadanya. Walau bagaimanapun berita itu menarik perhatian semua orang yang hidup ketika itu. Kerana itu mereka ingin menguji kebenaran 'Uzair. Kemudian datanglah anak kandungnya sendiri seraya bertanya, "Saya masih ingat bahwa bapa saya mempunyai tanda di punggungnya. Cubalah periksa tanda itu. Kalau ada benarlah dia 'Uzair."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda itu memang ada pada 'Uzair, lalu percayalah sebahagian daripada mereka. Akan tetapi sebahagian lagi mahukan bukti yang lebih nyata, maka mereka berkata kepada 'Uzair, "Bahwa sejak penyerbuan Nebukadnezar ke atas bangsa dan negara Israil dan setelah tentera tersebut membakar kitab suci Taurat, maka tiadalah seorang pun bani Israil yang hafal isi Taurat kecuali 'Uzair sahaja. Kalau benarlah tuan Uzair, cubalah tuan sebutkan isi Taurat yang betul."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Uzair pun membaca isi Taurat itu satu persatu dengan fasih dan lancar serta tidak salah walaupun sedikit. Mendengarkan itu barulah mereka percaya bahwa sungguh benar itulah 'Uzair. Ketika itu, semua bangsa Israil punpercaya bahwa dialah 'Uzair yang telah mati dan dihidupkan semual oleh Tuhan. Banyak di antara mereka yang bersalam dan mencium tangan 'Uzair serta meminta nasihat dan panduan daripadanya. Tetapi sebahagian daripada kaum Yahudi yang bodoh menganggap 'Uzair sebagai anak Tuhan pula. Maha Suci Allah tidak mempunyai anak samada 'Uzair mahupun Isa kerana semua makhluk adalah kepunyaan-Nya belaka. Janganlah kita was-was tentang kekuasaan Allah, maka hendaklah dia fikir siapakah yang menciptakan dirinya itu. Adalah mustahil sesuatu benda itu terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan. Kalau masih ada orang yang ragu-ragu tentang kekuasaan Allah, obatnya hanya satu saja, hendaklah dia membaca dan memahami al-Qur'an, was-was terhadap kekuasaan Allah itu hanya datangnya dari syaitan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-3824063682378963166?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/3824063682378963166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=3824063682378963166' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/3824063682378963166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/3824063682378963166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/07/kisah-pemuda-bernama-uzair.html' title='Kisah Pemuda Bernama : &apos;UZAIR'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/SnKl-QeewhI/AAAAAAAAAFQ/u90EbTTSyqY/s72-c/allah_gr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-4772971483202612759</id><published>2009-07-31T00:55:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T00:57:52.903-07:00</updated><title type='text'>ABU BAKAR DENGAN MAKANAN TUKANG RAMAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/SnKj-BLn6NI/AAAAAAAAAFI/_VcqDAm-o04/s1600-h/tempx_wf_islam_koran_g.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 260px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/SnKj-BLn6NI/AAAAAAAAAFI/_VcqDAm-o04/s320/tempx_wf_islam_koran_g.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364530392016087250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar mempunyai seorang hamba yang menyerahkan sebahagian daripada pendapatan hariannya. Pada suatu hari hambanya itu telah membawa makanan lalu dimakannya sedikit oleh Abu Bakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba itu berkata:"Kamu selalu bertanya tentang sumber makanan yang aku bawa tetapi hari ini kamu tidak berbuat demikian"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Abu Bakar "Aku terlalu lapar sehingga aku lupa bertanya.Terangkan kepada ku dimana kamu mendapat makanan ini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba menjawab, "Sebelum aku memeluk Islam aku menjadi tukang ramal. Orang-orang yang aku ramal nasibnya kadang-kadang tidak dapat bayar uang kepada aku. Mereka berjanji akan membayarnya apabila sudah memperoleh uang. Aku telah berjumpa dengan mereka hari ini. Merekalah yang memberikan aku makanan ini."&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata-kata hambanya Abu Bakar memekik : "Ah! Nyaris-nyaris kau bunuh aku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia coba mengeluarkan makanan yang telah ditelannya. Ada orang yang menyarankan supaya dia mengisi perutnya dengan air dan kemudian memuntahkan makanan yang ditelannya tadi. saran ini diterima dan dilaksanakannya sehinggalah makanan itu dimuntah keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata seorang pemerhati, "Semoga Allah memcucuri rahmat atas mu. Kamu telah bersusah payah kerana makanan yang sedikit"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada kata-kata orang itu telah dijawab oleh Abu Bakar, " Aku sudah pasti memaksanya keluar walaupun dengan berbuat demikian aku mungkin kehilangan jiwa aku sendiri. Aku mendengar Nabi berkata : -Badan yang tumbuh subur dengan makanan haram akan merasai api neraka-. Oleh itulah maka aku memaksa makanan itu keluar takut kalau-kalau ia menyuburkan badanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar sangat teliti tentang haram halalnya makanan yang dimakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menjadi ikhtibar kepada kita, JANGAN CARI SUMBER HARAM DAN JANGAN GUNAKANNYA PADA DIRI SENDIRI MAUPUN KEPADA ORANG DI SEKELILING, KALAU ADA YANG MENOLAK JANGAN KECIL HATI TETAPI FIKIR.....KENAPA.............DI MANA SILAPNYA..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kisah para sahabat oleh Sheikhul Hadis Mohammad Zakariyya r.a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-4772971483202612759?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/4772971483202612759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=4772971483202612759' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/4772971483202612759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/4772971483202612759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/07/abu-bakar-dengan-makanan-tukang-ramal.html' title='ABU BAKAR DENGAN MAKANAN TUKANG RAMAL'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/SnKj-BLn6NI/AAAAAAAAAFI/_VcqDAm-o04/s72-c/tempx_wf_islam_koran_g.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-6823225276978125540</id><published>2009-07-31T00:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T00:45:13.922-07:00</updated><title type='text'>AHLAN WA SAHLAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/SnKg_RxVu7I/AAAAAAAAAFA/3bz5cUlnZFk/s1600-h/pray.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 318px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/SnKg_RxVu7I/AAAAAAAAAFA/3bz5cUlnZFk/s320/pray.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364527115114232754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akulah petualang yang mencari kebenaran, akulah manusia yang mencari makna dan hakikat kemanusiaannya di tengah manusia. Akulah patriot yang berjuang menegakkan kehormatan, kebebasan, ketenangan, dan kehidupan yang baik bagi tanah air di bawah naungan Islam yang hanif.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akulah lelaki bebas yang telah mengetahui rahasia wujudnya, maka ia pun berseru, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan Semesta Alam yang tiada sekutu bagi-Nya. Kepada yang demikian itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri..."  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Imam Hasan al-Banna)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-6823225276978125540?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/6823225276978125540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=6823225276978125540' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/6823225276978125540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/6823225276978125540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/07/ahlan-wa-sahlan.html' title='AHLAN WA SAHLAN'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/SnKg_RxVu7I/AAAAAAAAAFA/3bz5cUlnZFk/s72-c/pray.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-7848868346219185114</id><published>2009-07-31T00:24:00.001-07:00</published><updated>2009-07-31T00:26:09.229-07:00</updated><title type='text'>Cinta Kadal</title><content type='html'>Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya ....astaga!!&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan&lt;br /&gt;pasangannya selama 10 tahun. bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki&lt;br /&gt;karunia yang begitu menganggumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya mulai berpikir tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, saudara lelaki, saudara&lt;br /&gt;perempuan.....Berusahalah semampumu untuk tetap dekat dengan orang-orang yang kita kasihi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA KASIHI!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagikan cerita ini kepada semua orang yang telah menyentuh hidup anda dan membuat anda bertumbuh, mengerti, dan memahami lebih dalam lagi tentang hidup. Bagikan cerita ini untuk semua orang. Semoga setiap orang dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah catatan dari Cae Hiew "Cinta membuat jiwamu muda kembali dan menghilangkan semua keriput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-7848868346219185114?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/7848868346219185114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=7848868346219185114' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7848868346219185114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7848868346219185114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/07/cinta-kadal.html' title='Cinta Kadal'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-2003790367816340809</id><published>2009-07-31T00:18:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T00:21:22.917-07:00</updated><title type='text'>My Name Is Kim Sam-Soon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/SnKbYa-DJ4I/AAAAAAAAAE4/kwumqshMFw8/s1600-h/mynameiskimsam-soon3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/SnKbYa-DJ4I/AAAAAAAAAE4/kwumqshMFw8/s320/mynameiskimsam-soon3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364520950010423170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;REVIEWED BY : Vicka Melissa/vee from lautan indosiar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kim Sam-soon adalah seorang wanita 29 tahun yang berprofesi sebagai seorang koki, bertubuh gemuk, serta mengalami kesialan ganda : kehilangan pekerjaan dan diputuskan oleh pacarnya di malam Natal. Dia sedang mengalami masa-masa “tidak aman” bagi wanita yang hendak menginjak usia 30 tahun. Dengan susah payah wanita ini ingin membangun kembali karir dan kehidupan asmaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sam-soon berhasil mendapatkan sebuah pekerjaan di restoran “Bon Appetite” milik Hyeon Jin-heon, pria tampan yang tanpa sengaja dikenalnya dan mempunyai sikap dingin serta sangat menyebalkan. (saksikan betapa kocaknya adegan-adegan pertengkaran mereka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jin-heon terlahir di keluarga kaya. Meskipun demikian, bukan berarti hidupnya bahagia. Takdir masa lalu yang menyakitkan masih membelenggu pria ini. 3 tahun yang lalu sebuah kecelakaan yang dialami mobil yang dikendarainya telah menyebabkan kematian kakak laki-lakinya serta kakak iparnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang bersamaan, kekasih yang telah dipacarinya selama 5 tahun bernama Kim Hee-jin tiba-tiba menghilang meninggalkannya tanpa pesan untuk pergi belajar ke Amerika. Jin-heon harus menanggung penderitaan fisik dan mental yang cukup berat untuk bisa membangun kembali kehidupannya. Pengalaman pahit itu telah membuat dia kehilangan rasa percaya terhadap hidup dan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, Sam-soon dan Jin-heon berakhir dengan menandatangani sebuah “dating contract”, dimana sebagai imbalannya, Sam Soon mendapatkan sejumlah uang (yang ia butuhkan untuk mempertahankan tempat tinggalnya). Sam-soon harus berpura-pura menjadi kekasih Jin-heon agar pria itu bisa menghindari desakan ibunya yang selallu ingin menjodohkan pemuda itu dengan wanita-wanita pilihan ibunya. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Hee-jin kembali ke Korea untuk menemui Jin-heon, barulah Sam-soon menyadari kalau dirinya telah jatuh cinta pada pria yang usianya jauh lebih muda itu. Namun apa daya, Jin-heon lebih memilih untuk kembali pada sang mantan kekasih setelah mengetahui bahwa gadis itu meninggalkannya untuk alasan yang lebih penting : berobat ke Amerika karena menderita kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujuknya pasangan itu tidak hanya membuat Sam-soon bersedih, tapi juga membuat dokter sekaligus teman Hee-jin selama di Amerika Dr. Henry Kim (Daniel Henney), menjadi gundah-gulana. Pasalnya, Henry pun telah jatuh hati pada Hee Jin. Namun bagaimanapun ia mengungkapkan isi hatinya, gadis itu tetap tidak bisa menerimanya sebagai kekasih meski Henry telah rela menyusul ke Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersatunya pasangan Hee-jin dan Jin-heon tidak bertahan lama. Jin-heon menyadari bahwa ketulusan Sam-soon telah merebut hatinya. Dibalik sikap gadis yang kerap tampil apa adanya serta tubuhnya yang gemuk, ternyata Jin Heon melihat lebih dalam lagi ke dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia memutuskan untuk melepas Hee Jin dan kembali kepada Sam Soon. Ia sempat dibakar cemburu saat mengetahui Sam Soon sempat kencan buta dengan seorang pria. Adegan-adegan kocak dua tokoh utama ini bisa membuat kita tersenyum geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Jin Heon bersikap dingin terhadap Sam Soon mengingat usia gadis itu yang lebih tua dari putranya. Keadaan makin rumit karena penyakit Hee-jin tiba-tiba kambuh, gadis itu meminta Jin-heon menemaninya ke Amerika untuk berobat. Dimohon sebagai teman, Jin Heon pun menyetujuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sam Soon yang mengetahui hal ini sempat menentang keinginan kekasihnya. Kuatir kekasihnya tak akan kembali lagi, Sam Soon menangis dan marah, namun pada akhirnya ia memutuskan untuk mempercayai Jin heon, yang berjanji akan kembali dalam waktu 1 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 bulan berlalu tanpa kabar apapun dari Jin Heon. Sam Soon merasakan kepedihan yang amat sangat di hatinya, dan memutuskan untuk sekali lagi melakukan kencan buta dengan pria yang sama dengan sebelumnya. Saat hendak pergi berangkat kencan, tiba-tiba Jin Heon muncul di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu berusaha untuk merebut Sam-soon kembali, namun gadis itu menepis  sambil mencucurkan air mata dan dengan marahnya menolak Jin Heon. Tidak menyerah, Jin Heon terus membuntuti Sam-soon sampai ke rumahnya. Ia bingung kenapa dimarahi, karena merasa tak melakukan kesalahan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berlinang air mata dan emosi yang meluap-luap Sam Soon berkata, “Kau bisa menelepon keponakanmu, tapi kau tidak punya waktu untuk mengirimkan kabar padaku!!” Jin Heon terdiam kebingungan. Ia menyangkal hal itu dengan mengatakan bahwa ia banyak mengirimkan postcard pada Sam Soon. Ucapannya dibalas dengan bantingan pintu oleh gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, seorang tetangga Sam Soon datang mengantarkan sekotak penuh postcard yang ditujukan pada gadis itu, Rupanya, alamat yang tertera salah sehingga surat-surat dari Jin-heon nyasar ke rumah tetangganya. Sam Soon yang menyadari kalau Jin heon tidak berbohong kepadanya segera keluar menemui lelaki itu yang masih setia menunggu di depan pintu rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika, diceritakan Hee Jin yang sedang belajar didatangi Henry yang mengabarkan bahwa rencana kepergiannya untuk tugas kemanusiaan. Sadar kalau kepergian laki-laki itu akan membuatnya kesepian dan sedih, maka Hee Jin meminta Henry untuk menunggunya. Permintaan itu langsung disetujui Henry, yang kemudian mencium gadis itu dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berharap melihat adegan Sam Soon dan Jin Heon menikah di akhir cerita, maka penonton harus siap-siap untuk kecewa karena bukan akhir yang seperti itu yang disajikan oleh penulis cerita. Walau belum benar-benar direstui oleh ibunya, Jin Heon dan Sam Soon tetap berpacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti sebelumnya, keduanya kerap bergandengan tangan, bertengkar, kemudian berbaikan kembali seperti layaknya pasangan yang sedang jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARAKTER DAN PARA PEMERAN MY NAME IS KIM SAM-SOON :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kim Sam-soon diperankan oleh Kim Seon-ah&lt;br /&gt;Gadis usia 29 tahun, bertubuh gemuk, selalu bersikap apa adanya dan merupakan seorang juru masak yang cukup handal. Bertemu dan jatuh cinta dengan laki-laki yang sianya jauh lebih muda. Pantang menyerah, berani menghadapi rintangan yang ada di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hyun Jin-heon diperankan oleh Hyeon Bin&lt;br /&gt;Punya masa lalu yang membuatnya berubah menjadi dingin dan tak berperasaan. Cintanya yang dalam pada Hee Jin sempat membuatnya buta terhadap hati Sam Soon yang tulus. Namun pada akhirnya ia menyadari bahwa hanya Sam Soon lah gadis yang mampu mebuat dia merasa bisa untuk mencintai lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kim Hee-jin diperankan oleh Jeong Ryeo-won&lt;br /&gt;Gadis yang menanggung semua penyakitnya sendiri. Tidak ingin membuat orang yang dikasihinya khawatir atau merasa iba padanya. Berusaha keras untuk merebut hati Jin heon, namun akhirnya menyerah juga ke pelukan Henry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Henry Kim diperankan oleh Daniel Henney&lt;br /&gt;Dokter muda yang tampan, gagah dan mempesona. Sikapnya yang lembut dan selalu perhatian akhirnya bisa meluluhkan hati wanita dambaannya. Dengan terbata-bata dalam penggunaan bahas koreanya, ia tetap berusaha untuk bisa mengerti dan menghargai lawan bicaranya. Mengalah untuk menang, itulah yang ia lakukan. Saat Hee Jin sempat kembali ke pelukan Jin Heon, ia mundur teratur. Namun saat kesempatannya terbuka kembali untuk mendapatkan gadis itu, ia pun tidak menyia-nyiakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-2003790367816340809?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/2003790367816340809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=2003790367816340809' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/2003790367816340809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/2003790367816340809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/07/my-name-is-kim-sam-soon.html' title='My Name Is Kim Sam-Soon'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/SnKbYa-DJ4I/AAAAAAAAAE4/kwumqshMFw8/s72-c/mynameiskimsam-soon3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-5346653432227008040</id><published>2009-07-26T22:26:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T22:33:02.870-07:00</updated><title type='text'>Twillight Quote</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/Sm08BbtgTKI/AAAAAAAAAEw/FtEY9BVI8Rg/s1600-h/lgpp31637%2Bbella-and-edward-twilight-poster.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/Sm08BbtgTKI/AAAAAAAAAEw/FtEY9BVI8Rg/s320/lgpp31637%2Bbella-and-edward-twilight-poster.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363008726584282274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Before you, my life was like a moonless night. Very dark, but there were stars - points of light and reason. .... And then you shot across my sky like a meteor. Suddenly everything was on fire; there was brilliance, there was beauty. When you were gone, when the meteor had fallen over the horizon, everything went black. Nothing had changed, but my eyes were blinded by the light. I couldn't see the stars anymore. And there was no reason for anything."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kau, hidupku bagaikan malam tanpa bulan,Gelap pekat, tak ada bintang - bintang, titik - titik cahaya dan alasan ..... Kemudian kau melintasi langitku bagaikan meteor. Tiba - tiba semua bagaikan terbakar, ada kegemerlapan, ada keindahan. Setelah kau tidak ada, setelah meteor tadi lenyap di batas cakrawala, semuanya hitam kembali. Tidak ada yang berubah, tetapi mataku sudah dibutakan oleh cahaya terang tadi. Aku tidak bisa melihat bintang bintang. Jadi tidak ada alasan lagi untuk apapun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-5346653432227008040?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/5346653432227008040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=5346653432227008040' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/5346653432227008040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/5346653432227008040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/07/twillight-quote.html' title='Twillight Quote'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S8ivilegfvo/Sm08BbtgTKI/AAAAAAAAAEw/FtEY9BVI8Rg/s72-c/lgpp31637%2Bbella-and-edward-twilight-poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-8065012971366920974</id><published>2009-07-17T07:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T07:18:33.001-07:00</updated><title type='text'>Sebelum Kamu Menceraikanku, Gendonglah Aku</title><content type='html'>Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yang cuma berkamar satu. sahabat-sahabatku menyuruhku untuk  membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yang bersamaan.&lt;br /&gt;Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka-sangka. Dew hadir dalam kehidupanku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Waktu itu adalah hari yang cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yang sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang kubelikan untuknya.  Dew berkata , "Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis." Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis." Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu- ragu. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, OK.? .Aku ada sedikit urusan dikantor" Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yang  baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV.Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "Seandainya kita bercerai, apa yang akan kau lakukan? "  Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius. Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dewi baru saja keluar dari ruanganku.Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk  menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya," Ada sesuatu yang harus kukatakan" Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir. "Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut, "kenapa?" "Aku serius." Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki- laki!".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew. Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian dimana  istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian.. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan. Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya. Ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga  kami.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?" Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya, "Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis. Aku memberitahukan Dewi soal syarat- syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-katanya membuatku merasa tidak enak. Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,"Wah, papa membopong mama, mesra sekali" Kata-katanya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," Mari kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku,kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya. Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "Kebun diluar sedang dibongkar,&lt;br /&gt;hati- hati kalau kamu lewat sana ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari keempat,ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku. Bayangan Dew menjadi samar.&lt;br /&gt;Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak,dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dew tentang ini. Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata adanya, "Kelihatanya tidaklah sulit membopongmu sekarang" Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yang cocok. Lalu ia melihat, "Semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum. Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. "Pa,sudah waktunya membopong mama keluar"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan&lt;br /&gt;kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, "Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua". Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra". Aku melompat turun dari mobil tanpa Sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dewi membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dewi, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. "Kamu tidak demam". Kutepiskan tanganya dari dahiku "Maaf, Dewi,Aku Cuma bisa bilang maaf  padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu" Dewi tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu&lt;br /&gt;ucapan? Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;dari : lautan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-8065012971366920974?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/8065012971366920974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=8065012971366920974' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/8065012971366920974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/8065012971366920974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/07/sebelum-kamu-menceraikanku-gendonglah.html' title='Sebelum Kamu Menceraikanku, Gendonglah Aku'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-7883943415760012631</id><published>2009-07-17T07:05:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T07:06:32.244-07:00</updated><title type='text'>Ungkapan Jujur Seorang Anak</title><content type='html'>Tahun 2002 yang lalu saya harus mondar-mandir ke SD Budi Mulia Bogor. Anak sulung kami yang bernama Dika, duduk di kelas 4 di SD itu. Waktu itu saya memang harus berurusan dengan wali kelas dan kepala sekolah. Pasalnya menurut observasi wali kelas dan kepala sekolah, Dika yang duduk di kelas unggulan, tempat penggemblengan anak-anak berprestasi itu, waktu itu justru tercatat sebagai anak yang bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya tanyakan apa masalah Dika, guru dan kepala sekolah justru menanyakan apa yang terjadi di rumah sehingga anak tersebut selalu murung dan menghabiskan sebagian besar waktu belajar di kelas hanya untuk melamun. Prestasinya kian lama kian merosot. Dengan lemah lembut saya tanyakan kepadaDika:"Apa yang kamu inginkan ?" Dika hanya menggeleng. "Kamu ingin ibu bersikap seperti apa ?" tanya saya. "Biasa-biasa saja" jawab Dika singkat. Beberapa kali saya berdiskusi dengan wali kelas dan kepala sekolah untuk&lt;br /&gt;mencari pemecahannya, namun sudah sekian lama tak ada kemajuan. Akhirnya kamipun sepakat untuk meminta bantuan seorang psikolog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi, atas seijin kepala sekolah, Dika meninggalkan sekolah untuk menjalani test IQ. Tanpa persiapan apapun, Dika menyelesaikan soal demi soal dalam hitungan menit. Beberapa saat kemudian, Psikolog yang tampil bersahaja namun penuh keramahan itu segera memberitahukan hasil testnya.&lt;br /&gt;Angka kecerdasan rata-rata anak saya mencapai 147 (Sangat Cerdas) dimana skor untuk aspek-aspek kemampuan  pemahaman ruang, abstraksi, bahasa, ilmu pasti, penalaran, ketelitian dan kecepatan berkisar pada angka 140 - 160.&lt;br /&gt;Namun ada satu kejanggalan, yaitu skor untuk kemampuan verbalnya tidak lebih dari 115 (Rata-Rata Cerdas).&lt;br /&gt;Perbedaan yang mencolok pada 2 tingkat kecerdasan yang berbeda itulah yang menurut psikolog, perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut. Oleh sebab itu psikolog itu dengan santun menyarankan saya untuk mengantar Dika kembali ke&lt;br /&gt;tempat itu seminggu lagi. Menurutnya Dika perlu menjalani test kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, saya menyempatkan diri mengantar Dika kembali mengikuti serangkaian test kepribadian. Melalui interview dan test tertulis yang dilakukan, setidaknya Psikolog itu telah menarik benang merah yang menurutnya menjadi salah satu atau beberapa faktor penghambat kemampuan verbal Dika. Setidaknya saya bisa membaca jeritan hati kecil Dika.&lt;br /&gt;Jawaban yang jujur dari hati Dika yang paling dalam itu membuat saya berkaca diri, melihat wajah seorang ibu yang masih jauh dari ideal. Ketika Psikolog itu menuliskan pertanyaan "Aku ingin ibuku :...." Dika pun menjawab : "membiarkan aku bermain sesuka hatiku, sebentar saja"&lt;br /&gt;Dengan beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa selama ini saya kurang memberi kesempatan kepada Dika untuk bermain bebas. Waktu itu saya berpikir bahwa banyak ragam permainan-permainan edukatif sehingga saya merasa perlu menjadwalkan kapan waktunya menggambar, kapan waktunya bermain puzzle, kapan waktunya bermain basket, kapan waktunya membaca buku cerita, kapan waktunya main game di komputer dan sebagainya. Waktu itu saya berpikir bahwa demi kebaikan dan demi masa depannya, Dika perlu menikmati&lt;br /&gt;permainan-permainan secara merata di sela-sela waktu luangnya yang memang tinggal sedikit karena sebagian besar telah dihabiskan untuk sekolah dan mengikuti berbagai kursus di luar sekolah. Saya selalu pusing memikirkan jadwal kegiatan Dika yang begitu rumit. Tetapi ternyata permintaan Dika&lt;br /&gt;hanya sederhana : diberi kebebasan bermain sesuka hatinya, menikmati masa kanak-kanaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Psikolog menyodorkan kertas bertuliskan "Aku ingin Ayahku ..." Dika pun menjawab dengan kalimat yang berantakan namun kira-kira artinya "Aku ingin ayahku melakukan apa saja seperti dia menuntutku melakukan sesuatu" Melalui beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa Dika tidak mau diajari atau disuruh, apalagi diperintah untuk melakukan ini dan itu. Ia hanya ingin melihat ayahnya melakukan apa saja setiap hari, seperti apa yang&lt;br /&gt;diperintahkan kepada Dika. Dika ingin ayahnya bangun pagi-pagi kemudian membereskan tempat tidurnya sendiri, makan dan minum tanpa harus dilayani orang lain, menonton TV secukupnya, merapikan sendiri koran yang habis&lt;br /&gt;dibacanya dan tidur tepat waktu. Sederhana memang, tetapi hal-hal seperti itu justru sulit dilakukan oleh kebanyakan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Psikolog mengajukan pertanyaan "Aku ingin ibuku tidak ..." Maka Dika menjawab "Menganggapku seperti dirinya"&lt;br /&gt;Dalam banyak hal saya merasa bahwa pengalaman hidup saya yang suka bekerja keras, disiplin, hemat, gigih untuk mencapai sesuatu yang saya inginkan itu merupakan sikap yang paling baik dan bijaksana. Hampir-hampir saya ingin menjadikan Dika persis seperti diri saya. Saya dan banyak orang tua lainnya&lt;br /&gt;seringkali ingin menjadikan anak sebagai foto copy diri kita atau bahkan beranggapan bahwa anak adalah orang dewasa dalam bentuk sachet kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Psikolog memberikan pertanyaan "Aku ingin ayahku tidak : .." Dika pun menjawab "Tidak menyalahkan aku di depan orang lain. Tidak mengatakan bahwa kesalahan-kesalahan kecil yang aku buat adalah dosa". Tanpa disadari, orang tua sering menuntut anak untuk selalu bersikap dan bertindak benar, hingga hampir-hampir tak memberi tempat kepadanya untuk&lt;br /&gt;berbuat kesalahan. Bila orang tua menganggap bahwa setiap kesalahan adalah dosa yang harus diganjar dengan hukuman, maka anakpun akan memilih untuk berbohong dan tidak mau mengakui kesalahan yang telah dibuatnya dengan jujur. Kesulitan baru akan muncul karena orang tua tidak tahu kesalahan apa yang telah dibuat anak, sehingga tidak tahu tindakan apa yang harus kami lakukan untuk mencegah atau menghentikannya. Saya menjadi sadar bahwa ada kalanya anak-anak perlu diberi kesempatan untuk berbuat salah, kemudian iapun bisa belajar dari kesalahannya. Konsekuensi dari sikap dan tindakannya yang salah adakalanya bisa menjadi pelajaran berharga supaya di waktu-waktu mendatang tidak membuat kesalahan yang serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Psikolog itu menuliskan "Aku ingin ibuku berbicara tentang ....." Dika pun menjawab "Berbicara tentang hal-hal yang penting saja". Saya cukup kaget karena waktu itu saya justru menggunakan kesempatan yang sangat sempit, sekembalinya dari kantor untuk membahas hal-hal yang menurut saya penting, seperti menanyakan pelajaran dan PR yang diberikan gurunya. Namun ternyata hal-hal yang menurut saya penting, bukanlah sesuatu yang penting untuk anak saya. Dengan jawaban Dika yang polos dan jujur itu saya&lt;br /&gt;dingatkan bahwa kecerdasan tidak lebih penting dari pada hikmat dan pengenalan akan Tuhan. Pengajaran tentang kasih tidak kalah pentingnya dengan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas pertanyaan "Aku ingin ayahku berbicara tentang ......",&lt;br /&gt;Dika pun menuliskan "Aku ingin ayahku berbicara tentang&lt;br /&gt;kesalahan-kesalahannya. Aku ingin ayahku tidak selalu merasa benar, paling hebat dan tidak pernah berbuat salah. Aku ingin ayahku mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepadaku".&lt;br /&gt;Memang dalam banyak hal, orang tua berbuat benar tetapi sebagai manusia, orang tua tak luput dari kesalahan. Keinginan Dika sebenarnya sederhana, yaitu ingin orang tuanya sportif, mau mengakui kesalahnya dan kalau perlu meminta maaf atas kesalahannya, seperti apa yang diajarkan orang tua kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Psikolog menyodorkan tulisan "Aku ingin ibuku setiap hari ....." Dika berpikir sejenak, kemudian mencoretkan penanya dengan lancar "Aku ingin ibuku mencium dan memelukku erat-erat seperti ia mencium dan memeluk adikku"&lt;br /&gt;Memang adakalanya saya berpikir bahwa Dika yang hampir setinggi saya sudah tidak pantas lagi dipeluk-peluk, apalagi dicium-cium. Ternyata saya salah, pelukan hangat dan ciuman sayang seorang ibu tetap dibutuhkan supaya hari-harinya terasa lebih indah. Waktu itu saya tidak menyadari bahwa&lt;br /&gt;perlakukan orang tua yang tidak sama kepada anak-anaknya seringkali oleh anak-anak diterjemahkan sebagai tindakan yang tidak adil atau pilih kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secarik kertas yang berisi pertanyaan "Aku ingin ayahku setiap hari ...."Dika menuliskan sebuah kata tepat di atas titik-titik dengan satu kata "tersenyum". Sederhana memang, tetapi seringkali seorang ayah merasa perlu menahan senyumannya demi mempertahankan wibawanya. Padahal kenyataannya senyuman tulus seorang ayah sedikitpun tidak akan melunturkan wibawanya, tetapi justru bisa menambah simpati dan energi bagi anak-anak dalam melakukan segala sesuatu seperti yang ia lihat dari ayahnya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Psikolog memberikan kertas yang bertuliskan "Aku ingin ibuku memanggilku...." Dika pun menuliskan "Aku ingin ibuku memanggilku dengan nama yang bagus" Saya tersentak sekali! Memang sebelum ia lahir kami telah memilih nama yang&lt;br /&gt;paling bagus dan penuh arti, yaitu Judika Ekaristi Kurniawan. Namun sayang, tanpa sadar, saya selalu memanggilnya dengan sebutan Nang. Nang dalam Bahasa Jawa diambil dari kata "Lanang" yang berarti laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Psikolog menyodorkan tulisan yang berbunyi "Aku ingin ayahku memanggilku ..". Dika hanya menuliskan 2 kata saja, yaitu "Nama Asli". Selama ini suami saya memang memanggil Dika dengan sebutan "Paijo" karena sehari-hari Dika berbicara dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Sunda dengan logat Jawa medok. "Persis Paijo, tukang sayur keliling" kata suami saya. Atas jawaban-jawaban Dika yang polos dan jujur itu, saya menjadi malu karena selama ini saya bekerja di sebuah lembaga yang membela dan memperjuangkan hak-hak anak. Kepada banyak orang saya kampanyekan pentingnya penghormatan hak-hak anak sesuai dengan Konvensi Hak-Hak Anak Sedunia. Kepada khalayak ramai saya bagikan poster bertuliskan "To Respect Child Rights is an Obligation, not a Choice" sebuah seruan yang mengingatkan bahwa Menghormati Hak Anak adalah Kewajiban, bukan Pilihan".&lt;br /&gt;Tanpa saya sadari, saya telah melanggar hak anak saya karena telah memanggilnya dengan panggilan yang tidak hormat dan bermartabat. Dalam diamnya anak, dalam senyum anak yang polos dan dalam tingkah polah anak yang membuat orang tua kadang-kadang bangga dan juga kadang-kadang&lt;br /&gt;jengkel, ternyata ada banyak Pesan Yang Tak Terucapkan. Seandainya semua ayah mengasihi anak-anaknya, maka tidak ada satupun anak yang kecewa atau marah kepada ayahnya. Anak-anak memang harus diajarkan untuk menghormati&lt;br /&gt;ayah dan ibunya, tetapi para orang tua tidak boleh membangkitkan amarah di dalam hati anak-anaknya. Para orang tua harus mendidik anaknya di dalam ajaran dan nasehat yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diambil dari : komikkuwid&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-7883943415760012631?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/7883943415760012631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=7883943415760012631' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7883943415760012631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7883943415760012631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/07/ungkapan-jujur-seorang-anak.html' title='Ungkapan Jujur Seorang Anak'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-7702220116949256111</id><published>2009-07-17T07:01:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T07:02:35.186-07:00</updated><title type='text'>Memelihara Persahabatan</title><content type='html'>Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatanmempunyai nilai yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkanproses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan diwarnaidengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur disakiti,diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih  dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan&lt;br /&gt;dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)&lt;br /&gt;2. Ketidakterbukaan&lt;br /&gt;3. Kehilangan kepercayaan&lt;br /&gt;4. Perubahan perasaan antar lawan jenis&lt;br /&gt;5. Ketidaksetiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkan :&lt;br /&gt;**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri "Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita."**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan.&lt;br /&gt;Siapa yang berada di samping anda ??&lt;br /&gt;Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??&lt;br /&gt;Siapa yang menjadi tameng untuk urusan rahasia Anda,&lt;br /&gt;diwaktu ada masalah dengan keluarga anda.??&lt;br /&gt;Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan ??&lt;br /&gt;Merekalah sahabat2 anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Har&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;gai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-7702220116949256111?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/7702220116949256111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=7702220116949256111' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7702220116949256111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7702220116949256111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/07/memelihara-persahabatan.html' title='Memelihara Persahabatan'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-7731125056986649875</id><published>2009-07-17T06:38:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T06:40:08.785-07:00</updated><title type='text'>Diary</title><content type='html'>Beberapa tahun yg lalu, seorang gadis 15 tahun bernama Lisa Marie meninggal gantung diri di rumahnya. Dia seorang gadis manis dan tinggal di Michigan. Lima hari setelah kematiannya ,ibunya menemukan buku hariannya di kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya ingin mengetahui sebab kematiannya.&lt;br /&gt;Berikut adalah isi buku harian tsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; November 7,1999&lt;br /&gt;Dear Diary, hari ini hari pertama sekolah di Michigan. Pada saat saya masuk kelas, saya diejek murid2 cowok yang menyebut saya org aneh. Inilah awal hari yg buruk. Kemudian bbrp murid cewek cantik dan populer mendatangi saya dan memperkenalkan diri mereka. Mereka mengatakan saya org terjelek yang pernah mereka temui. Saya pun menangis. Saya lalu pulang ke rumah dan menelepon Jake. Saya pikir hari ini akan menjadi lebih baik. Namun dia katakan bahwa hubungan jarak jauh tidak bisa bertahan ; sekarang dia tinggal di California. Lalu saya katakan bhw saya mencintainya dan rindu padanya. Tetapi dia mengakui bhw alasan dia pacaran dengan saya adalah karena dia ditantang teman2nya. Dia lalu memutuskan hubungan padahal kami sdh berpacaran selama 2,5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November 9,1999&lt;br /&gt;Saya sungguh rindu pada Jake. Tapi dia merubah ! nomor telp-nya shg saya tdk bisa menghubunginya. Hari ini seorang cowok populer mengajak saya ke pesta dansa. Kemudian cewek2 cantik kemarin mengajak saya makan siang bersama. Wow, sungguh menyenangkan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November 10,1999&lt;br /&gt;Saya sedang menangis sekarang. Ternyata cowok itu brengsek. Dia menumpahkan minumannya pada baju saya lalu cewek2 itu mengoyak baju saya. Semua orang menertawakan saya. Lalu nenek memberitakan bhw papa dan mama tabrakan pagi ini dan mrk dlm keadaan kritis.&lt;br /&gt;Saya tdk sanggup menulis lagi.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;November 11,1999&lt;br /&gt;Hari ini Sabtu , nenek dan saya di rumah sakit sepanjang malam. Papa meninggal pagi ini. Mama lumpuh seumur hidup. Sewaktu di RS , nenek baru tahu dia diserang kanker perut dan harus dikemoterapi. Saya masih tdk percaya papa sdh meninggal. Saya sudah capek menangis. Saya letih. Saya harus tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November 12&lt;br /&gt;Papa tdk meniggal ! Tidak mungkin ! Ini semua hanya mimpi. Hidup saya sempurna. Jake msh mencintai saya. Saya tidak bisa menulis lagi. Saya sudah menangis terlalu lama. Saya ingin mati. Bawalah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya Lisa ditemukan tewas gantung dengan tali berwarna kuning. Saya ibunya. Nama saya Miranda Gonzalez. Saya menulis email ini agar org lain tidak mengalami apa yg dialami anak saya. Ingatlah semua orang ingin dicintai dan dipeluk setiap hari. Tidak ada seorang pun yang pantas diejek dan dihina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorangpun yang ingin meninggal seperti anak saya Lisa. Janganlah menjadi orang yang merasa sok popular dan suka merendahkan orang lain hanya karena kita merasa lebih dari mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diambil dari : http://krenungan.org&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-7731125056986649875?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/7731125056986649875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=7731125056986649875' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7731125056986649875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7731125056986649875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/07/diary.html' title='Diary'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-1293215980574974601</id><published>2009-07-13T06:55:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T07:04:46.724-07:00</updated><title type='text'>"Sebuah Pensil"</title><content type='html'>Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Anonymous&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-1293215980574974601?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/1293215980574974601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=1293215980574974601' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/1293215980574974601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/1293215980574974601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/07/sebuah-pensil.html' title='&quot;Sebuah Pensil&quot;'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-7982018837719283435</id><published>2009-06-24T00:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T00:11:05.059-07:00</updated><title type='text'>Jangan Ngambek Lama-lama</title><content type='html'>Ini adalah cerita sebenarnya ( diceritakan oleh Lu Di dan di edit oleh Lian Shu Xiang )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga.Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka,tetapi segalanya sudah terlambat. Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami, malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini,setelah 2 tahun menikah, saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya, dia adalah satu-satunya harapan nenek, nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah. Saya terus mengangguk tanda setuju, kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek, agar dia dapat berjemur, menanam bunga dan sebagainya. Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar matahari,tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata :"Mari,kita jemput nenek di kampung".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami berbadan tinggi besar, aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke dadanya yg bidang, ada suatu perasaan nyaman dan aman disana. Aku seperti sebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya. Kalau terjadi selisih paham diantara kami, dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan.Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah. Aku suka sekali menghias rumah dengan bunga segar, sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata kepada suami:"Istri kamu hidup foya-foya, buat apa beli bunga? Kan bunga tidak bisa dimakan?" Aku menjelaskannya kepada nenek:"Ibu, rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira."Nenek berlalu sambil mendumel, suamiku berkata sambil tertawa: "Ibu, ini kebiasaan orang kota, lambat laun ibu akan terbiasa juga."&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nenek tidak protes lagi, tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga,dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu, setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengka n kepala. Setiap membawa pulang barang belanjaan,dia selalu tanya itu berapa harganya ,ini berapa.Setiap aku jawab, dia selalu berdecak dengan suara keras.Suamiku memencet hidungku sambil berkata:"Putriku, kan kamu bisa berbohong.Jangan katakan harga yang sebenarnya." Lambat laun, keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri, di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan. Di meja makan, wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya. Nenek selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok, itulah cara dia protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah instrukstur tari, seharian terus menari membuat badanku sangat letih, aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin. Nenek kadang juga suka membantuku di dapur, tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot, misalnya; dia suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan, dikumpulkan bisa untuk dijual katanya.Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik, dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua&lt;br /&gt;kumpulan kantong plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan pencuci, agar supaya dia tidak tersinggung, aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah tidur.Suatu hari, nenek mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya, dia segera masukke kamar sambil membanting pintu dan menangis.Suamiku jadi serba salah, malam itu kami tidur seperti orang bisu, aku coba bermanja-manja dengan dia, tetapi dia tidak perduli. Aku menjadi kecewa dan marah."Apa salahku?" Dia melotot sambil berkata:"Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itu bisa membuatmu mati?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg culup lama, suasana mejadi kaku. Suamiku menjadi sangat kikuk, tidak tahu harus berpihak pada siapa? Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur, setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya, suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap, dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku, seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri?&lt;br /&gt;Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu, aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja. Saat tidur, suami berkata:"Lu di, apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?" sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku.Dan dia akhirnya berkata:"Anggaplah ini sebuah permintaanku, makanlah bersama kami setiap pagi."Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba canggung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu nenek memasak bubur, kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yg sangat mual menimpaku, seakan-akan isi perut mau keluar semua.Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi, sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut. Setelah agak reda, aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam, diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya. Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata. Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku, nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh……suamiku segera mengejarnya keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek. Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku.. Aku sangat kecewa, semenjak kedatangan nenek di rumah ini, aku sudah banyak mengalah, mau bagaimana lagi? Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau, sungguh sangat menyebalkan. Akhirnya teman sekerjaku berkata:"Lu Di, sebaiknya kamu periksa ke dokter."Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil. Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu. Sebuah berita gembira yg terselip juga kesedihan. Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku, 3 hari tidak bertemu dia berubah drastis, muka kusut kurang tidur, aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya. Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi, pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku. Aku berkata pada diriku sendiri, jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi. Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak. Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi..... mimpiku tidak menjadi kenyataan. Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras. Mengapa kesalahpahaman ini berakibat sangat buruk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi, memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian, aku menangis dengan sedihnya. Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci, aku menyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya. Aku nenatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata. Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu. Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku. Sungguh lelaki yg sangat picik, dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang. Aku tersenyum sambil menitikan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak masuk kerja keesokan harinya, aku ingin secepatnya membereskan masalah ini, aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung."Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit. Mulutku terbuka lebar.Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya, nenek sudah meninggal. Suamiku tidak pernah menatapku, wajahnya kaku. Aku memandang jasad nenek yg terbujur kaku. Sambil menangis aku menjerit dalam hati:"Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai selesai upacara pemakaman, suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku, jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain, pagi itu nenek berjalan ke arah terminal, rupanya dia mau kembali ke kampung. Suamiku mengejar sambil berlari, nenek juga berlari makin cepat sampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang. Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian. Jika aku tidak muntah pagi itu, jika kami tidak bertengkar, jika........ ....dimatanya, akulah penyebab kematian nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku pindah ke kamar nenek, setiap malam pulang kerja dengan badan penuh dengan bau asap rokok dan alkohol. Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak. Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak. Tetapi melihat sinar matanya, aku tidak pernah menjelaskan masalah ini. Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukan salahku. Waktu berlalu dengan sangat lambat.Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain. Dia pulang makin larut malam. Suasana tegang didalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, aku berjalan melewati sebuah café, melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam.. Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra. Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi. Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya. Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa. Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu. Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku. Suara detak jangtungku terasa sangat keras, setiap detak suara seperti suara menuju kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka, jika tidak.. mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka. Malam itu dia tidak pulang ke rumah. Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi.. Sepeninggal nenek, rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir. Dia tidak kembali lagi ke rumah, kadang sewaktu pulang ke rumah, aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar.&lt;br /&gt;Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya. Aku tidak ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini. Tetapi itu tidak terjadi..... ...., semua berlalu begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai hidup seorang diri, pergi check kandungan seorang diri. Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama, hati ini serasa hancur. Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini, tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankan miliknya. Hitung-hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suatu hari pulang kerja,aku melihat dia duduk didepan ruang tamu. Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja, tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu.2 bulan hidup sendiri, aku sudah bisa mengontrol emosi. Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya:"" Tunggu sebentar, aku akan segera menanda tanganinya"" .Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku. Aku berkata pada diri sendiri, jangan menangis, jangan menangis. Mata ini terasa sakit sekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai membuka mantel, aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg agak membuncit. Sambil duduk di kursi, aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya."" Lu Di, kamu hamil?"" Semenjak nenek meninggal, itulah pertama kali dia berbicara kepadaku. Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yg menglir keluar dengan derasnya. Aku menjawab:""Iya, tetapi tidak apa-apa. Kamu sudah boleh pergi"".Dia tidak pergi, dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan. Perlahan-lahan dia membungkukan badannya ke tanganku, air matanya terasa menembus lengan bajuku.Tetapi di lubuk hatiku, semua sudah berlalu, banyak hal yg sudah pergi dan tidak bisa diambil kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata:"Maafkan aku, maafkan aku". Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa. Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan. Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga. Semua ini adalah sebuah akibat kesengajaan darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap dinding es itu akan mencair, tetapi yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.Hanya sewaktu memikirkan bayiku, aku bisa bertahan untuk terus hidup. Terhadapnya, hatiku dingin bagaikan es, tidak pernah menyentuh semua makanan pembelian dia, tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya. Sejak menanda tangani surat itu, semua cintaku padanya sudah berlalu, harapanku telah lenyap tidak berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku, aku segera berlalu ke ruang tamu, dia terpaksa kembali ke kamar nenek. Malam hari, terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli. Itu adalah permainan dia dari dulu. Jika aku tidak perduli padanya, dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit. Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak. Dia lupa........ , itu adalah dulu, saat cintaku masih membara, sekarang apa lagi yg aku miliki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu seterusnya, setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku lahir. Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi, perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak. Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang-barang. Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming. Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar, malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer. Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku. Bagiku itu bukan lagi suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam di musim semi, perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yg keras. Dia segera berlari masuk ke kamar, sepertinya dia tidak pernah tidur. Saat inilah yg ditunggu-tunggu olehnya. Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit. Sepanjang jalan, dia mengenggam dengan erat tanganku, menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku. Sampai di rumah sakit, aku segera digendongnya menuju ruang bersalin. Di punggungnya yg kurus kering, aku terbaring dengan hangat dalam dekapannya. Sepanjang hidupku, siapa lagi yg mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dipintu ruang bersalin, dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan, sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya. Keluar dari ruang bersalin, dia memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia. Aku memegang tangannya, dia membalas memandangku dengan bahagia, tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai. Aku berteriak histeris memanggil namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sadar, dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya………aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya, tetapi kenyataannya tidak demikian, aku tidak pernah merasakan sesakit saat ini. Kata dokter, kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan, bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjijat. Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter, bersiap-siaplah menghadapi kemungkinan terburuk. Aku tidak lagi peduli dengan nasehat perawat, aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya, aku masih berpikir dia sedang bersandiwara…………Sebuah surat yg sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami."Anakku, demi dirimu aku terus bertahan, sampai aku bisa melihatmu. Itu adalah harapanku. Aku tahu dalam hidup ini, kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan, sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu. Didalam komputer ini, ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu hadapi. Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"""Anakku, selesai menulis surat ini, ayah merasa telah menemanimu hidup selama bertahun -tahun. Ayah sungguh bahagia. Cintailah ibumu, dia sungguh menderita, dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah orang yg paling ayah cintai"".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK, SD, SMP, SMA sampai kuliah, semua tertulis dengan lengkap didalamnya. Dia juga menulis sebuah surat untukku.""Kasihku, dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia aku rasakan dalam hidup ini. Maafkan salahku, maafkan aku tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku. Aku tidak mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya. Kasihku, jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini, berarti kau telah memaafkan aku. Terima kasih atas cintamu padaku selama ini. Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannya pada anak kita. Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya""."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke rumah sakit, suamiku masih terbaring lemah. Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata: "Sayang, bukalah matamu sebentar saja, lihatlah anak kita. Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya".Dengan susah payah dia membuka matanya, tersenyum... ......... ..anak itu tetap dalam dekapannya, dengan tangannya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata........ ......... ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman2 terkasih, aku sharing cerita ini kepada kalian, agar kita semua bisa menyimak pesan dari cerita ini.Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis, ingatlah pesan dari cerita ini :"Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantara kalian yg saling mengasihi, sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam hati. Siapa tau apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan: Jika kita tahu besok adalah hari kiamat, apakah kita akan menyesali semua hal yg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya menjadi terlambat, pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelum kita menyesalinya seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posting in Face book by Finna Melina 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-7982018837719283435?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/7982018837719283435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=7982018837719283435' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7982018837719283435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7982018837719283435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/06/jangan-ngambek-lama-lama.html' title='Jangan Ngambek Lama-lama'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-7553379248504381671</id><published>2009-01-28T15:51:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T15:52:45.203-08:00</updated><title type='text'>Perempuan Yang Dicintai Suamiku</title><content type='html'>Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Meisha,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yours,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Mario, suamiku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrimu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rima"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di surat yang lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disurat yang kesekian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"……Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya……"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disurat terakhir, pagi ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"…………...Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau suamiku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelita menatap Meisha, dan bercerita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……" Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Meisha,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-7553379248504381671?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/7553379248504381671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=7553379248504381671' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7553379248504381671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7553379248504381671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/01/perempuan-yang-dicintai-suamiku.html' title='Perempuan Yang Dicintai Suamiku'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-5808770113469752664</id><published>2009-01-09T16:49:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T16:54:34.240-08:00</updated><title type='text'>Kekayaan, Kesuksesan dan Kasih-Sayang</title><content type='html'>3 orang pria berjanggut tebal yang duduk di halaman depan.... Wanita itu tidak mengenal mereka semua.&lt;br /&gt;Lalu Wanita itu menyapa mereka dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Kalian, tapi aku yakin Kalian semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar...Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”&lt;br /&gt;Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama” , kata pria itu hampir bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho, kenapa?" tanya wanita itu karena merasa heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut sebelahnya, “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan" , sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. "Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang... Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk kerumahmu.”&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah,kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah.  “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang..? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami-istri itu akhirnya setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa aneh, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan..“Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu berdua ikut juga?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka disitulah kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-5808770113469752664?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/5808770113469752664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=5808770113469752664' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/5808770113469752664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/5808770113469752664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/01/kekayaan-kesuksesan-dan-kasih-sayang.html' title='Kekayaan, Kesuksesan dan Kasih-Sayang'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-8586218810293248526</id><published>2009-01-09T16:46:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T16:47:28.454-08:00</updated><title type='text'>Harga sebuah keajaiban…</title><content type='html'>Si kecil Tess menjadi dewasa sebelum waktunya, ketika mendengar ibu dan ayahnya berbicara tentang adik kecilnya Andrew. Dari pembicaraan kedua orang tuanya, ia tahu bahwa adiknya sangat sakit, padahal mereka tidak memiliki uang untuk biaya pengobatan, hanya tindakan operasi yang berbiaya sangat mahal yang dapat menyelamatkan nyawa adiknya,.dan tampaknya tidak ada orang yang dapat member mereka pinjaman uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tess mendengar ayahnya berbisik putus asa kepada ibunya yang sedang menangis; “ Hanya keajaiban yang dapat menyembuhkannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tess pergi kekamarnya, lalu mengeluarkan tabungan di celengan yang ia sembunyikan  di lemari pakaian, kemudian menuangkan semua isinya ke lantai. Ia menghitungnya dengan teliti, bahkan melakukannya 3 kali. Jumlah hitungan harus tepat, tidak boleh ada kesalahan. Ia kemudian memasukkan uang receh itu kembali ke dalam celengannya, menutupnya dan menyelinap keluar lewat pintu belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berjalan 6 blok mendatangi toko obat Rexall yang pada pintunya terdapat gambar kepala suku Indian dalam ukuran besar. Ia menunggu dengan sabar untuk mendapatkan perhatian dari apoteker yang sedang bekerja disana. Rupanya sang apoteker terlalu sibuk saat itu. Tess menekankan kakinya kelantai lalu memutarnya sehingga mengeluarkan suara berderit. Tak ada yang memperhatikannya. Ia berdehem membersihkan tenggorokannya dengan suara yang sangat menjijikkan. Ini pun tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia mengambil uang benggol lalu memukulnya ke kaca etalase, dan kali ini ia berhasil mendapatkan perhatian.&lt;br /&gt;“Apa yang kamu inginkan ?” kata apoteker itu dengan agak jengkel, “ aku sedang bicara dengan saudaraku di Chicago yang telah lama tidak bertemu”&lt;br /&gt;“APA” Tanya si Apoteker,&lt;br /&gt;“Namanya Andrew, ada sesuatu yang jahat tumbuh dalam kepalanya, ayah saya berkata,hanya keajaiban yang dapat menyelamatkannya, jadi berapa harga keajaiban itu ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak, kami disini tidak menjual keajaiban. Maaf kami tidak dapat menolongmu” kata apoteker kali ini dengan nada yang lebih lembut.&lt;br /&gt;“ Tolonglah Pak, saya uang untuk membelinya, bila tidak cukup, saya akan mengambil uang lagi, tolong sebutkan saja berapa harganya ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara sang Apoteker yang berpakaian rapi membungkuk lalu bertanya kepada gadis kecil , “ keajaiban apa sich yang dibutuhkan adikmu ?”&lt;br /&gt;“ saya tidak tahu” jawab Tess yang mulai menitikkan airmata. “ Yang saya tahu ia benar-benar sakit, Ibu dan ayah bilang ia harus di operasi…tapi ayah tidak mampu membayar, lalu saya mengambil tabungan saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berapa yang kamu punya ?” Tanya pria tersebut,&lt;br /&gt;“ satu dollar sebelas sen” kata Tess lirih hampir tidak terdengar” itu memang semuanya yang saya miliki, tapi saya dapat mencari tambahan bila diperlukan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Well, alangkah kebetulan” kata orang itu sambil tersenyum,”satu dollar sebelas sen adalah jumlah yang pas untuk membeli keajaiban untuk adikmu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu lalu mengambil uang itu dengan tangan yang satu dan meraih tangan si gadis kecil dengan tangan yang lain lalu berkata” bawalah aku kerumahmu” aku akan melihat adikmu dan bertemu dengan orang tuamu”, akan kulihat apakah aku punya keajaiban yang kamu butuhkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria berpakaian rapi itu adalah Dr .Carlton Amstrong, akhli bedah syaraf. Ia kemudian melakukan operasi dan tak lama kemudian Andrew sudah kembali kerumah lagi dalam keadaan sehat. Ibu dan Ayahnya kemudian membicarakan rentetan kejadian yang akhirnya membawa mereka ketempat operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Operasi itu” bisik sang bunda, “benar-benar ajaib, aku kadang bertanya dalam hati, berapa seharusnya biaya operasi tersebut ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tess tersenyum, ia tahu benar harga keajaiban itu, 1 dollar sebelas sen plus keyakinan seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban bukan tergantung pada hukum alam, tapi adalah hasil kerja dari HUKUM yang lebih tinggi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-8586218810293248526?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/8586218810293248526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=8586218810293248526' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/8586218810293248526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/8586218810293248526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/01/harga-sebuah-keajaiban.html' title='Harga sebuah keajaiban…'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-7005564599104384119</id><published>2009-01-09T16:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T16:42:00.716-08:00</updated><title type='text'>Menghargai Orang Lain</title><content type='html'>Oleh : Andrie Wongso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari&lt;br /&gt;anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai&lt;br /&gt;untuk diabadi kan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup&lt;br /&gt;lama di perusahaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut, "Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata "tolong", setiap&lt;br /&gt;kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan "maaf", saat Bapak menegur,&lt;br /&gt;mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan "terima kasih" kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.Terima kasih&lt;br /&gt;Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa&lt;br /&gt;merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat saya. Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan meridhoi jalan dimanapun&lt;br /&gt;Pak Direktur berada. Amin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di&lt;br /&gt;sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Direktur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja,&lt;br /&gt;ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si office boy tersebut.&lt;br /&gt;Terpilihnya tulisan itu untuk diabadikan, karena seluruh isi kantor itu setuju dan sepakat bahwa keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur akan mereka&lt;br /&gt;teruskan sebagai budaya di perusahaan itu.&lt;br /&gt;Pembaca Yang Budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga kata "terimakasih, maaf, dan tolong" adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Namun mengapa kata-kata itu&lt;br /&gt;kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya.&lt;br /&gt;Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing, membina,&lt;br /&gt;dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendek seperti terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa&lt;br /&gt;pun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-7005564599104384119?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/7005564599104384119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=7005564599104384119' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7005564599104384119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7005564599104384119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/01/menghargai-orang-lain.html' title='Menghargai Orang Lain'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-8313732279505557510</id><published>2009-01-09T16:36:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T16:37:48.546-08:00</updated><title type='text'>Pohon</title><content type='html'>Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan.&lt;br /&gt;Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka.&lt;br /&gt;Pohon pertama berkata, " Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi dengan emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya. "&lt;br /&gt;Kemudian pohon kedua berkata, suatu hari kelak aku akan menajdi kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada dekat denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pohon ke tiga berkata, aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan Tuhan. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang akan mengingatku.&lt;br /&gt;Setelah beberapa tahun berdoa agar impian mereka bisa terkabul, sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu.&lt;br /&gt;Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia mengira bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan diisi jerami.&lt;br /&gt;Pohon ke dua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan kecil. Impiannya untuk menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah berakhir.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dengan gelap.&lt;br /&gt;Tahun demi tahun berlalu, dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya. Kemudian suatu hari, sepasang suami-istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di atas tumpukan jerami di kotak makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama. Orang- orang datang menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya diletakkan harta terbesar sepanjang masa.&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kemudian, sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon ke dua. Di tengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berpikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang di dalamnya. Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri dan berkata " DIAM! Tenanglah! dan badaipun berhenti. Ketika itu, tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja di atas segala raja.&lt;br /&gt;Akhirnya, seorang datang dan mengambil pohon ke tiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang- orang mengejek lelaki yang memikulnya. Laki-laki ini kemudian dipakukan di kayu ini dan mati di puncak bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan Tuhan, karena Yesus yang disalibkan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan Dari Cerita Atas adalah :&lt;br /&gt;KETIKA KEADAAAN TIDAK SEPERTI YANG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU. JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA , IA AKAN MEMBERIMU BERKAT-BERKAT BESAR. KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YANG MEREKA INGINKAN. TETAPI TIDAK DENGAN CARA SEPERTI YANG MEREKA BAYANGKAN.&lt;br /&gt;KITA TIDAK SELALU TAHU DAN APA RENCANA TUHAN BAGI KITA. KITA HANYA TAHU BAHWA JALANNYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI JALANNYA ADALAH YANG TERBAIK UNTUK SELAMANYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-8313732279505557510?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/8313732279505557510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=8313732279505557510' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/8313732279505557510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/8313732279505557510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2009/01/pohon.html' title='Pohon'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-3997475967337086347</id><published>2008-12-30T17:58:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T17:59:41.730-08:00</updated><title type='text'>ikatkan sehelai pita kuning bagiku</title><content type='html'>Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang&lt;br /&gt;seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika.&lt;br /&gt;Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak&lt;br /&gt;pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang&lt;br /&gt;baik. Dia sering pulang malam- malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak&lt;br /&gt;dan isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia&lt;br /&gt;mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota&lt;br /&gt;besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai&lt;br /&gt;bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling,&lt;br /&gt;drug. Dia menikmati semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang.&lt;br /&gt;Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan&lt;br /&gt;menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia&lt;br /&gt;tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan&lt;br /&gt;menghukum dia tiga tahun penjara.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia&lt;br /&gt;merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk&lt;br /&gt;menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia.&lt;br /&gt;Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin&lt;br /&gt;sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan&lt;br /&gt;menulis, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning&lt;br /&gt;bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila&lt;br /&gt;aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerimasurat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya?&lt;br /&gt;Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White&lt;br /&gt;Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka&lt;br /&gt;meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-&lt;br /&gt;pelan...kita mesti lihat apa yang akan terjadi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak&lt;br /&gt;berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras.&lt;br /&gt;Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya...&lt;br /&gt;Dia tidak melihat sehelai pita kuning...&lt;br /&gt;Tidak ada sehelai pita kuning....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sehelai......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning....bergantungan di pohon&lt;br /&gt;beringin itu...Ooh...seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning...!!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOTE: Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika.&lt;br /&gt;Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang&lt;br /&gt;penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, "Tie a Yellow Ribbon Around&lt;br /&gt;the Old Oak Tree", dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973,&lt;br /&gt;langsung menjadi hits pada bulan April 1973.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini liric dari lagu tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm coming home I've done my time And I have to know what is or isn't mine&lt;br /&gt;If you received my letter Telling you I'd soon be free Then you'd know just&lt;br /&gt;what to do If you still want me If you still want me Oh tie a yellow ribbon&lt;br /&gt;'Round the old oak tree It's been three long years Do you still want me If I&lt;br /&gt;don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree I'll stay on the bus,&lt;br /&gt;forget about us Put the blame on me If I don't see a yellow ribbon 'Round&lt;br /&gt;the old oak tree Bus driver please look for me 'Cause I couldn't bare to see&lt;br /&gt;what I might see I'm really still in prison And my love she holds the key A&lt;br /&gt;simple yellow ribbon's all I need to set me free I wrote and told her please&lt;br /&gt;Oh tie a yellow ribbon 'Round the old oak tree It's been three long years Do&lt;br /&gt;you still want me If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree&lt;br /&gt;I'll stay on the bus, forget about us Put the blame on me If I don't see a&lt;br /&gt;yellow ribbon 'Round the old oak tree Now the whole damn bus is cheering And&lt;br /&gt;I can't believe I see A hundred yellow ribbons 'Round the old, the old oak&lt;br /&gt;tree Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak&lt;br /&gt;tree Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak&lt;br /&gt;tree Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak&lt;br /&gt;tree Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak&lt;br /&gt;tree&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-3997475967337086347?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/3997475967337086347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=3997475967337086347' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/3997475967337086347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/3997475967337086347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/12/ikatkan-sehelai-pita-kuning-bagiku.html' title='ikatkan sehelai pita kuning bagiku'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-4655529557705410099</id><published>2008-12-30T17:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T17:46:44.981-08:00</updated><title type='text'>Keputusan Hakim yang Bijaksana</title><content type='html'>Cerita ini terjadi di kota New York pada pertengahan 1930an ketika AS mengalami depresi ekonomi. Saat itu hari amat dingin. Di seluruh penjuru kota , orang-orang miskin nyaris kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk menyimak tuntutan terhadap seorang wanita yang dituduh mencuri septong roti. Wanita itu berdalih bahwa anak perempuannya sakit, cucunya kelaparan, dan karena suaminya telah meninggalkan dirinya. Tetap saja penjaga toko yang rotinya dicuri menolak untuk membatalkan tuntutan. Ia memaksa bahwa wanita itu harus dihukum untuk menjadi contoh bagi yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim itu menghela nafasnya. Sebenarnya ia enggan menghakimi wanita ini.&lt;br /&gt;Tetapi ia tidak punya pilihan lain. "Maafkan saya," katanya sambil memandang wanita itu. "Saya tidak bisa membuat pengecualian. Hukum adalah hukum, jadi Anda harus dihukum. Saya mendenda kamu sepuluh dolar, dan jika kamu tidak mampu membayarnya maka kamu harus masuk penjara sepuluh hari."&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu tertunduk, hatinya remuk. Tanpa disadarinya, sang hakim mencopot topinya, mengambil uang sepuluh dolar dari dompetnya, dan meletakkan uang itu dalam topinya. Ia berkata kepada pengunjung sidang:&lt;br /&gt;"Saya juga mendenda masing-masing orang yang hadir di ruang sidang ini sebesar lima puluh sen karena tinggal dan hidup di kota dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk menyelamatkan cucunya dari kelaparan. Tuan Bailiff, tolong kumpulkan dendanya dalam topi ini lalu berikan kepada terdakwa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir cerita, wanita itu meninggalkan ruang sidang sambil mengantongi empat puluh tujuh dolar dan lima puluh sen, termasuk di dalamnya lima puluh sen yang dibayarkan oleh penjaga toko yang malu karena telah menuntutnya. Tepuk tangan meriah dari kumpulan penjahat kecil, polisi New York , dan staf pengadilan yang berada dalam ruangan sidang mengiringi kepergian wanita itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-4655529557705410099?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/4655529557705410099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=4655529557705410099' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/4655529557705410099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/4655529557705410099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/12/keputusan-hakim-yang-bijaksana.html' title='Keputusan Hakim yang Bijaksana'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-3636675916332607169</id><published>2008-12-30T17:43:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T17:44:52.219-08:00</updated><title type='text'>Wanita</title><content type='html'>Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria&lt;br /&gt;berkata ingin menjadi matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu&lt;br /&gt;kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap&lt;br /&gt;menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan&lt;br /&gt;tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit&lt;br /&gt;jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi&lt;br /&gt;matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun&lt;br /&gt;pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah&lt;br /&gt;bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali&lt;br /&gt;tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pria merenung sendiri dan menatap matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat&lt;br /&gt;terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga&lt;br /&gt;agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang&lt;br /&gt;cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan&lt;br /&gt;pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut&lt;br /&gt;kasih yaitu memberi tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat&lt;br /&gt;terus bersinar indah dan dikagumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi&lt;br /&gt;saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada&lt;br /&gt;matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun&lt;br /&gt;ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan&lt;br /&gt;kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan&lt;br /&gt;mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan,&lt;br /&gt;menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit&lt;br /&gt;bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar&lt;br /&gt;Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan&lt;br /&gt;mencegahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari&lt;br /&gt;akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya&lt;br /&gt;untuk phoenix.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau&lt;br /&gt;phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain&lt;br /&gt;selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan&lt;br /&gt;cinta nya. Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi&lt;br /&gt;dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-3636675916332607169?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/3636675916332607169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=3636675916332607169' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/3636675916332607169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/3636675916332607169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/12/wanita.html' title='Wanita'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-9059946171600532395</id><published>2008-12-30T17:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T17:37:45.283-08:00</updated><title type='text'>Pesan Sang Ayah</title><content type='html'>Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika&lt;br /&gt;ayahnya meninggal sebelumnya berpesan dua hal: pertama jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, dan kedua, jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka.&lt;br /&gt;Jawab anak yang bungsu : Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka&lt;br /&gt;akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama.&lt;br /&gt;Jawab anak sulung : Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris ,karena mempunyai jam kerja lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah diatas&lt;br /&gt;menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda jika kita melihat dengan positif attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita ..pilihan ada di tangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berusaha melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan cara yang luar biasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-9059946171600532395?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/9059946171600532395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=9059946171600532395' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/9059946171600532395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/9059946171600532395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/12/pesan-sang-ayah.html' title='Pesan Sang Ayah'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-517299699283076330</id><published>2008-12-13T19:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T19:36:45.989-08:00</updated><title type='text'>JANGAN MEREMEHKAN</title><content type='html'>Saya seorang mantan guru sekolah musik dari Des Moines, Iowa. Saya mendapat nafkah dengan mengajar piano-selama lebih dari 30 tahun. Selama itu, saya menyadari tiap anak punya kemampuan musik yang berbeda. Tapi saya tidak pernah merasa telah menolong walaupun saya telah mengajar beberapa murid berbakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, saya ingin bercerita tentang murid yang "tertantang secara musik". Contohnya adalah Robby. Robby berumur 11 tahun, ketika ibunya memasukkan dia dalam les untuk pertama kalinya. Saya lebih senang kalau murid (khususnya laki-laki) mulai ketika lebih muda, saya jelaskan itu pada Robby. Tapi Robby berkata, ibunya selalu ingin mendengar dia bermain piano. Jadi saya jadikan dia murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robby memulai les pianonya dan dari awal saya pikir dia tidak ada harapan. Robby mencoba, tapi dia tak mempunyai perasaan nada maupun irama dasar yang perlu dipelajari. Tapi dia mempelajari benar-benar tangga nada dan beberapa pelajaran awal yang saya wajibkan untuk dipelajari semua murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa bulan, dia mencoba terus dan saya mendengarnya dengan&lt;br /&gt;ngeri dan terus mencoba menyemangatinya. Setiap akhir pelajaran mingguannya, dia berkata, "Ibu saya akan mendengar saya bermain pada suatu hari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rasanya sia-sia saja. Dia memang tak berkemampuan sejak lahir. Saya hanya mengetahui ibunya dari jauh ketika menurunkan Robby atau menjemput Robby. Dia hanya tersenyum dan melambaikan tangan tapi tidak pernah turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Robby tidak datang lagi ke les kami. Saya berpikir untuk menghubunginya, tapi karena ketidakmampuannya, mungkin dia mau les yang lain saja. Saya juga senang dia tidak datang lagi. Dia menjadi iklan yang buruk untuk pengajaran saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu sesudahnya, saya mengirimkan brosur ke tiap murid, mengenai pertunjukan yang akan dilaksanakan. Yang mengagetkan saya, Robby (yang juga menerima brosur) menanyakan saya apakah dia bisa ikut pertunjukan itu. Saya katakan kepadanya, pertunjukan itu untuk murid yang ada sekarang dan karena dia telah keluar, tentu dia tak bisa ikut. Dia katakan bahwa ibunya sakit sehingga tak bisa mengantarnya ke les, tapi dia tetap terus berlatih. "Bu Hondrof... saya mau main!" dia memaksa. Saya tidak tahu apa yang membuat saya akhirnya membolehkan dia main dipertunjukan itu. Mungkin karena kegigihannya atau mungkin ada sesuatu yang berkata dalam hati saya bahwa dia akan baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Malam pertunjukan datang. Aula itu dipenuhi dengan orang tua, teman, dan relasi. Saya menaruh Robby pada urutan terakhir sebelum saya ke depan untuk berterima kasih dan memainkan bagian terakhir. Saya rasa kesalahan yang dia buat akan terjadi pada akhir acara dan saya bisa menutupinya dengan permainan dari saya. Pertunjukan itu berlangsung tanpa masalah. Murid-murid telah berlatih dan hasilnya bagus. Lalu Robby naik ke panggung. Bajunya kusut dan rambutnya bagaikan baru dikocok. "Kenapa dia tak berpakaian seperti murid lainnya?" pikir saya. "Kenapa ibunya tidak menyisir rambutnya setidaknya untuk malam ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robby menarik kursi piano dan mulai. Saya terkejut ketika dia menyatakan bahwa dia telah memilih Mozart's Concerto #21 in C Major. Saya tidak dapat bersiap untuk mendengarnya. Jarinya ringan di tuts nada, bahkan menari dengan gesit. Dia berpindah dari pianossimo ke fortissimo... dari allegro ke virtuoso. Akord tergantungnya yang diinginkan Mozart sangat mengagumkan! Saya tak pernah mendengar lagu Mozart dimainkan orang seumur dia sebagus itu! Setelah enam setengah menit, dia mengakhirinya denganc rescendo besar dan semua terpaku disana dengan tepuk tangan yang meriah. Dalam air mata, saya naik ke panggung dan memeluk Robby dengan sukacita. "Saya belum pernah mendengar kau bermain seperti itu, Robby! Bagaimana kau melakukannya?" Melalui pengeras suara Robby menjawab, "Bu Hondorf... ingat saya berkata bahwa ibu saya sakit? Ya, sebenarnya dia sakit kanker dan dia telah berlalu pagi ini. Dan sebenarnya... dia tuli sejak lahir jadi hari inilah dia pertama kali mendengar saya bermain. Saya ingin bermain secara khusus." Tidak ada satu pun mata yang kering malam itu. Ketika orang-orang dari Layanan sosial membawa Robby dari panggung ke ruang pemeliharaan, saya menyadari meskipun mata mereka merah dan bengkak, betapa hidup saya jauh lebih berarti karena mengambil Robby sebagai murid saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, saya tidak pernah menjadi penolong, tapi malam itu saya menjadi orang yang ditolong Robby. Dialah gurunya dan sayalah muridnya. Karena dialah yang mengajarkan saya arti ketekunan, kasih, percaya pada dirimu sendiri, dan bahkan mau memberi kesempatan pada seseorang yang tak anda ketahui mengapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini semakin berarti ketika, setelah bermain di Desert Storm, Robby terbunuh oleh pengeboman yang tak masuk akal oleh Alfred P. Murrah Federal Building di Oklahoma pada April 1995, ketika dilaporkan... dia sedang main piano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan -entah siapa-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-517299699283076330?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/517299699283076330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=517299699283076330' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/517299699283076330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/517299699283076330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/12/jangan-meremehkan.html' title='JANGAN MEREMEHKAN'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-266007996764938685</id><published>2008-12-12T00:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T00:54:31.245-08:00</updated><title type='text'>Sebuah Koin Penyok</title><content type='html'>Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya&lt;br /&gt;terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.&lt;br /&gt;“Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya kekolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata&lt;br /&gt;pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.&lt;br /&gt;Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu.&lt;br /&gt;Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-266007996764938685?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/266007996764938685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=266007996764938685' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/266007996764938685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/266007996764938685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/12/sebuah-koin-penyok.html' title='Sebuah Koin Penyok'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-9035456809414016736</id><published>2008-12-11T06:19:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T06:32:54.547-08:00</updated><title type='text'>Buah Komitmen &amp; Kesabaran</title><content type='html'>Dibutuhkan waktu dan kesabaran untuk menuai atau memetik hasil dari apa yang pernah kita mulai tanam atau kita bangun. Ada tahapan2 yang harus dilalui dari mulai menanam hingga menuai. Tahapan2 itu mengandung unsur: kesulitan, kemudahan, tawa, air mata dan berbagai penghalang dan bantuan. Akan tetapi seringkali hasil tidak dapat dipetik hanya karena kurang sabar dan kurang komit, padahal hasil sudah di depan mata, seperti yang dikatakan oleh pepatah: "gara2 nila setitik, rusak susu sebelanga". Hasil yang akan memberikan kesenangan dan sukacita urung untuk diraih hanya karena kurang sabar dan tidak ada komitmen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi dalam cerita adalah yang sebaliknya. John Blanford hampir saja gagal menuai hasil yang luar biasa dari apa yang sudah dia tanam, pupuk dan pelihara. Untungnya dia memiliki komitmen dan pendirian di dalam hidupnya sehingga godaan berhasil dia kalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah dari Komitmen &amp; Kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Blanford berdiri tegak dari bangku di Stasiun Kereta Api sambil melihat ke arah jarum jam, pukul 6 kurang 6 menit. John sedang menunggu seorang gadis yang dekat dalam hatinya tetapi tidak mengenal wajahnya, seorang gadis dengan setangkai mawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari setahun yang lalu John membaca buku yang dipinjam dari Perpustakaan . Rasa ingin tahunya terpancing saat ia melihat coretan tangan yang halus di buku tersebut. Pemilik terdahulu buku tersebut adalah seorang gadis bernama Hollis Molleon. Hollis tinggal di New York dan John di Florida. John mencoba menghubungi sang gadis dan mengajaknya untuk saling bersurat  Beberapa hari kemudian, John dikirim ke medan perang, Perang Dunia II. Merek  terus saling menyurati selama hampir 1 tahun. Setiap surat seperti layaknya bibit yang jatuh di tanah yang subur dalam hati masing2 dan jalinan cinta merekapun tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John berkali-kali meminta agar Hollis mengirimka nnya sebuah foto. Tetapi sang gadis selalu menolak, kata sang gadis "Kalau perasaan cintamu tulus, John, bagaimanapun rupaku tidak akan merubah perasaan itu, kalau saya cantik, selama hidup saya akan bertanya-tan ya apakah mungkin perasaanm u itu hanya karena saya cantik saja, kalau saya biasa2 atau cenderung jelek, saya takut kamu akan terus menulis hanya karena kesepian dan tidak ada orang lain lagi dimana kamu bisa mengadu. Jadi sebaiknya kamu tidak usah tahu bagaimana rupa saya. Sekembalinya kamu ke New York nanti kita akan bertemu muka. Pada saat itu kita akan bebas untuk menentukan apa yang akan kita lakukan."&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua membuat janji untuk bertemu di Stasiun Pusat di New York pukul 6 sore setelah perang usai. "Kamu akan mengenali saya, John, karena saya akan menyematkan setangkai bunga mawar merah pada kerah bajuku", kata Nona Hollis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 6 kurang 1 menit sang perwira muda semakin gelisah, tiba2 jantungnya hampir copot, dilihatnya seorang gadis yang sangat cantik berbaju hijau lewat di depannya, tubuhnya ramping, rambutny a pirang bergelombang, matanya biru seperti langit, luar biasa cantiknya... .. Sang perwira mulai menyusul sang gadis, dia bahkan tidak menghirauka n kenyataan bahwa sang gadis tidak mengenakan  bunga mawar seperti yang telah disepakati. Hanya tinggal 1 langkah lagi kemudian John melihat seorang wanita berusia 40 tahun mengenakan sekuntum mawar merah di kerahnya. "O....itu Hollis!!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambutnya sudah mulai beruban dan agak gemuk. Gadis berbaju hijau hampir menghilang . Perasaan sang perwira mulai terasa terbagi 2, ingin lari mengejar sang gadis cantik tetapi pada sisi lain tidak ingin menghianati Hollis yang lembut dan telah setia menemaninya selama perang. Tanpa berpikir panjang, John berjalan menghamp iri wanita yang berusia setengah baya itu dan menyapanya, "Nama saya John Blanford, anda tentu saja Nona Hollis, bahagia sekali bisa bertemu dengan anda, maukah anda makan malam bersama saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita tersenyum ramah dan berkata "Anak muda, saya tidak tahu apa artinya semua ini, tetapi seorang gadis yang berbaju hijau yang baru saja lewat memaksa saya untuk mengenakan bunga mawar ini dan dia mengatakan kalau anda mengajak saya makan maka saya diminta untuk memberitahu anda bahwa dia menunggu anda di restoran di ujung jalan ini, katanya semua ini hanya ingin menguji anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-9035456809414016736?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/9035456809414016736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=9035456809414016736' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/9035456809414016736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/9035456809414016736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/12/buah-komitmen-kesabaran.html' title='Buah Komitmen &amp; Kesabaran'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-1038472239139776535</id><published>2008-12-11T06:06:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T06:07:16.146-08:00</updated><title type='text'>Touching Story from India</title><content type='html'>Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran: "Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan. Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, namanya Sindu. Tampak ketakutan, air matanya banjir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/ yoghurt (nasi khas India/ curd rice).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindu anak yg manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada "cooling effect". Aku mengambil mangkok dan berkata "Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah."&lt;br /&gt;Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya, lalu berkata, "Boleh ayah, akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan saya habiskan. Tapi saya akan minta..." Sindu agak ragu-ragu sejenak saat akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. "Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?" Aku menjawab, "Oh... pasti sayang."&lt;br /&gt;Sindu tanya sekali lagi, "Betul nih ayah?" "Yah pasti" sambil menggenggam tangan anakku yang kemerahmudaan dan lembut sebagai tanda setuju. Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama. Istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "Janji" kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata: "Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang." Sindu menjawab, "Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang-barang mahal kok.&lt;br /&gt;Kemudian Sindu dgn perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku, aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap. Dan semua perhatian (aku, istriku, dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin/ dibotakin pada hari Minggu. Istriku spontan berkata, "Permintaan gila, anak perempuan dibotakin? Tidak mungkin!" Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program-program TV itu sudah merusak kebudayaan kita.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku coba membujuk, "Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain. Kami semua akan sedih melihatmu botak." Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, "Tidak ada 'yah, tak ada keinginan lain" kata Sindu. Aku coba memohon kepada Sindu, "Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami." Sindu dengan menangis berkata: "Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu. Dan ayah sudah berjanji untukmemenuhi permintaan saya, kenapa ayah sekarang mau menarik/ menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi, seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta/ kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri?"&lt;br /&gt;Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "Janji kita harus ditepati." Secara serentak istri dan ibuku berkata, Apakah kau sudah gila?" "Tidak," jawabku. "Kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu permintaanmu akan kami penuhi."&lt;br /&gt;Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak, "Sindu tolong tunggu saya." Yang mengejutkanku, ternyata kepala anak laki-laki itu botak. Aku berpikir mungkin "botak" model adalah jaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, "Anak Anda, Sindu, benar-benar hebat. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish, adalah anak saya. Dia menderita leukemia (kanker darah)." Wanita itu berhenti sejenak, menangis tersedu-sedu. "Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak, jadi dia tidak mau pergi ke sekolah karena takut diejek/ dihina oleh teman-teman sekelasnya. Nah... Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku, Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia. Aku berdiri terpaku dan aku menangis. Malaikat kecilku, "Tolong ajarkan aku tentang kasih."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-1038472239139776535?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/1038472239139776535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=1038472239139776535' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/1038472239139776535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/1038472239139776535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/12/touching-story-from-india.html' title='Touching Story from India'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-5307492502303194972</id><published>2008-11-27T04:48:00.001-08:00</published><updated>2008-11-27T04:48:50.993-08:00</updated><title type='text'>Hati Seorang Ayah</title><content type='html'>Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada&lt;br /&gt;Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap&lt;br /&gt;wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-&lt;br /&gt;bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya&lt;br /&gt;pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan&lt;br /&gt;badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya,&lt;br /&gt;ketika Ayahnya sedang santai di beranda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban&lt;br /&gt;Ayahnya. Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa&lt;br /&gt;penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak&lt;br /&gt;wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya&lt;br /&gt;mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki."&lt;br /&gt;Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri&lt;br /&gt;Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut&lt;br /&gt;dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi&lt;br /&gt;demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar&lt;br /&gt;benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."&lt;br /&gt;Hanya itu jawaban Sang Bunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi&lt;br /&gt;dia tetap saja penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi&lt;br /&gt;itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas&lt;br /&gt;sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu&lt;br /&gt;rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin&lt;br /&gt;keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia&lt;br /&gt;senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa&lt;br /&gt;aman teduh dan terlindungi. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ku-ciptakan bahunya yang kekar &amp; berotot untuk membanting&lt;br /&gt;tulang menghidupi seluruh keluarganya &amp; kegagahannya harus cukup&lt;br /&gt;kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari&lt;br /&gt;sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal&lt;br /&gt;dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali&lt;br /&gt;dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan Keperkasaan &amp; mental baja yang akan membuat&lt;br /&gt;dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya&lt;br /&gt;tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya&lt;br /&gt;basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia&lt;br /&gt;relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya &amp; yang selalu&lt;br /&gt;dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan&lt;br /&gt;mengharapkan hasil dari jerih payahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan&lt;br /&gt;membuat dirinya selalu berusaha merawat &amp; membimbing keluarganya&lt;br /&gt;tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya&lt;br /&gt;keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang&lt;br /&gt;demi mencintai &amp; mengasihi keluarganya, didalam kondisi &amp; situasi&lt;br /&gt;apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai&lt;br /&gt;perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah&lt;br /&gt;memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya&lt;br /&gt;tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan&lt;br /&gt;kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar&lt;br /&gt;selalu saling menyayangi &amp; mengasihi sesama saudara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ku-berikan kebijaksanaan &amp; kemampuan padanya untuk&lt;br /&gt;memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan &amp;&lt;br /&gt;menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap&lt;br /&gt;Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. &amp;&lt;br /&gt;bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka,&lt;br /&gt;walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap&lt;br /&gt;kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan,&lt;br /&gt;sejajar &amp; saling melengkapi serta saling menyayangi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-&lt;br /&gt;laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari &amp;&lt;br /&gt;menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia&lt;br /&gt;&amp; BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai&lt;br /&gt;laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya,&lt;br /&gt;senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap&lt;br /&gt;perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup&lt;br /&gt;keluarganya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai&lt;br /&gt;Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan&lt;br /&gt;dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh&lt;br /&gt;laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di&lt;br /&gt;Dunia &amp; Akhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut&lt;br /&gt;&amp; berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik&lt;br /&gt;Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu&lt;br /&gt;merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya.&lt;br /&gt;" AKU MENDENGAR &amp; MERASAKAN BEBANMU, AYAH."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang&lt;br /&gt;begitu agung,&lt;br /&gt;tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah...&lt;br /&gt;With Love to All Father&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;". Note: Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang&lt;br /&gt;terbaik untuknya.... ......... ......... ......... .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah yang merasa sebagai ayah. Dan lakukanlah&lt;br /&gt;yang terbaik buat keluarga kita........ ......... .........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-5307492502303194972?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/5307492502303194972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=5307492502303194972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/5307492502303194972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/5307492502303194972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/hati-seorang-ayah.html' title='Hati Seorang Ayah'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-7708816626907499790</id><published>2008-11-27T04:47:00.001-08:00</published><updated>2008-11-27T04:47:54.385-08:00</updated><title type='text'>Hati yang sempurna</title><content type='html'>Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata, "Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat kepada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan hati lain yang ditempatkan di situ; namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan tidak ditutup kembali. Orang-orang itu tercengang dan berpikir, bagaimana mungkin pak tua itu mengatakan bahwa hatinya lebih indah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu melihat kepada pak tua itu,memperhatikan hati yang dimilikinya dan tertawa. "Anda pasti bercanda pak tua," katanya. "Bandingkan hatimu dengan hatiku, hatiku sangatlah sempurna sedangkan hatimu tak lebih dari kumpulan bekas luka dan cabikan."&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ya," kata pak tua itu. "Hatimu kelihatan sangat sempurna, meski demikian aku tak akan menukar hatiku dengan hatimu. Lihatlah, setiap bekas luka ini adalah tanda dari orang-orang yang kepadanya kuberikan kasihku. Aku menyobek sebagian dari hatiku untuk kuberikan kepada mereka, dan seringkali mereka juga memberikan sesobek hati mereka untuk menutup kembali sobekan yang kuberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun karena setiap sobekan itu tidaklah sama, ada bagian-bagian yang kasar, yang sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku akan cinta kasih yang telah bersama-sama kami bagikan. Adakalanya, aku memberikan potongan hatiku begitu saja dan orang yang kuberi itu tidak membalas dengan memberikan potongan hatinya. Hal itulah yang meninggalkan lubang-lubang sobekan.Memberikan cinta kasih adalah suatu kesempatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun bekas cabikan itu menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu mengingatkanku akan cinta kasihku pada orang-orang itu, dan aku berharap, suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lubang-lubang itu. Sekarang, tahukah engkau keindahan hati yang sesungguhnya itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu berdiri membisu dan air mata mulai mengalir di pipinya. Dia berjalan ke arah pak tua itu, menggapai hatinya yang begitu muda dan indah, lalu merobeknya sepotong. Pemuda itu memberikan robekan hatinya kepada pak tua dengan tangan-tangan yang gemetar. Pak tua itu menerima pemberian itu, menaruhnya di hatinya dan kemudian mengambil sesobek dari hatinya yang sudah amat tua dan penuh luka, kemudian menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu. Sobekan itu pas, tetapi tidak sempurna karena ada sisi-sisi yang tidak sama rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu melihat ke dalam hatinya, yang tidak lagi sempurna tetapi kini lebih indah dari sebelumnya, karena cinta kasih dari pak tua itu telah mengalir ke dalamnya. Mereka berdua kemudian berpelukan dan berjalan beriringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-7708816626907499790?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/7708816626907499790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=7708816626907499790' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7708816626907499790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7708816626907499790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/hati-yang-sempurna.html' title='Hati yang sempurna'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-4811807399178159628</id><published>2008-11-27T04:43:00.001-08:00</published><updated>2008-11-27T04:46:47.134-08:00</updated><title type='text'>SEGELAS SUSU YANG MENGHARUKAN</title><content type='html'>Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari&lt;br /&gt;pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya.&lt;br /&gt;Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda&lt;br /&gt;membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani&lt;br /&gt;meminta segelas air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut&lt;br /&gt;pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak&lt;br /&gt;lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, "berapa saya&lt;br /&gt;harus membayar untuk segelas besar susu ini ?" Wanita itu menjawab: "Kamu&lt;br /&gt;tidak perlu membayar apapun". "Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima&lt;br /&gt;bayaran untuk kebaikan" kata wanita itu menambahkan. Anak lelaki itu&lt;br /&gt;kemudian menghabiskan susunya dan berkata :" Dari dalam hatiku aku&lt;br /&gt;berterima kasih pada anda." &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat&lt;br /&gt;kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menanganinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter&lt;br /&gt;spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Howard&lt;br /&gt;Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar&lt;br /&gt;nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada&lt;br /&gt;mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah&lt;br /&gt;sakit, menuju kamar si wanita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung&lt;br /&gt;mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang&lt;br /&gt;konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk&lt;br /&gt;menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan&lt;br /&gt;perhatian khusus pada kasus wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh&lt;br /&gt;kemenangan.. . Wanita itu sembuh !!.Dr. Kelly meminta bagian keuangan&lt;br /&gt;rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya&lt;br /&gt;untuk persetujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar&lt;br /&gt;tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien. Wanita itu takut&lt;br /&gt;untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu&lt;br /&gt;membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada&lt;br /&gt;sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia&lt;br /&gt;membaca tulisan yang berbunyi.. "Telah dibayar lunas dengan segelas&lt;br /&gt;besar susu.." tertanda, DR Howard Kelly. Air mata kebahagiaan membanjiri&lt;br /&gt;matanya. Ia berdoa: "Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi&lt;br /&gt;seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-4811807399178159628?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/4811807399178159628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=4811807399178159628' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/4811807399178159628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/4811807399178159628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/segelas-susu-yang-mengharukan.html' title='SEGELAS SUSU YANG MENGHARUKAN'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-7272024658966571486</id><published>2008-11-22T20:44:00.001-08:00</published><updated>2008-11-24T06:29:13.976-08:00</updated><title type='text'>I Hate Sunday .. !!!</title><content type='html'>Di hari minggu kerja ? blha siapa yang mau ... tapi kalo ga kerja saiya ga makan donk &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/2.gif" width=18 height=18 border=0&gt;&lt;br /&gt;Masih ngantuk banget &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/18.gif" width=34 height=18 border=0&gt; , padahal dah jam 1 nee tetap aja rasa kantuknya ga ilang - ilang, perlu minum kopi sampe berapa gelas ya &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/17.gif" width=18 height=18 border=0&gt; &lt;br /&gt;Tadi malem nonton midnight, james bond 007 &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/10.gif" width=18 height=18 border=0&gt;  yang kata Arik harus nonton &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/21.gif" width=18 height=18 border=0&gt;. Trus pulangnya jam 1 dini hari sampe rumah dah jam 1 lewat 15 menit blom ngobrol - ngobrol dengan Kak Iroel baru tidur jam 2an. Dan tadi pagi kerja jam 7 &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/2.gif" width=18 height=18 border=0&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arrrggggghhhhhhhhhh &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/14.gif" width=34 height=18 border=0&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-7272024658966571486?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/7272024658966571486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=7272024658966571486' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7272024658966571486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/7272024658966571486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/i-hate-sunday.html' title='I Hate Sunday .. !!!'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-8624881785153307657</id><published>2008-11-21T01:31:00.000-08:00</published><updated>2008-11-21T01:32:23.897-08:00</updated><title type='text'>Makna Pekerjaan Anda....</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan mengenai sikap kerja disebuah hotel berbintang lima di Singapura. Salah satu peserta pelatihan adalah Pak Lim, seorang pria berusia 60 tahunan yang bekerja di hotel tersebut. Bagi saya pekerjaan sehari-hari Pak Lim sangatlah&lt;br /&gt;monoton dan membosankan. Setiap hari, dengan membawa sebuah daftar, dia mengecek engsel pintu setiap kamar hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim sebenarnya. Pak Lim memulai rangkaian tugasnya dengan mengecek engsel pintu pintu kamar 1001 dan memastikan bahwa engsel dan fungsi kunci pintu berfungsi dengan baik. Pengecekan yang dilakukannya bukanlah pengecekan “seadanya”, namun pengecekan yang saksama di setiap engsel dan memastikan bahwa setiap pintu bisa dibuka-tutup tanpa masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengecek satu pintu saja, Pak Lim berulang kali membukan dan menutup pintu tersebut hanya untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik. Barulah setelah puas, dia memberi paraf pada daftar yang dibawanya dan mengecek pintu kamar berikutnya, kamar 1002, dia melakukan hal yang sama, begitu seterusnya. Dalam sehari, Pak Lim bisa mengecek pintu 30 kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tentu bertanya, berapa hari waktu yang dibutuhkan Pak Lim untuk mengecek pintu semua kamar di hotel itu. kurang lebih sebulan! Tidak&lt;br /&gt;mengejutkan sebenarnya karena hotel berbintang lima ini memiliki sekitar 600 kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas pengecekan Pak Lim dapat diibaratkan sebagai lingkaran. Setelah pintu kamar terakhir selesai dicek, Pak Lim akan kembali lagi ke kamar pertama, kamar 1001. Rangkaian tugas ini terus berjalan seperti itu, dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun demi tahun. Pekerjaan semaca ini jelas merupakan pekerjaan monoton, tanpa variasi dan membosankan! saya sendiri tidak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Lim masih bisa cermat dan teliti mengecek setiap engsel pintu dalam menjalani tugas yang membosankan ini. saya membayangkan, seandainya saya sendiri yang diminta melakukan hal semacam ini, mungkin saya akan memeriksa setiap engsel sekedarnya saja&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena sangat penasaran, suatu hari saya bertanya kepada Pak Lim apa yang sebenarnya membuatnya begitu tekun menjalani pekerjaan rutin itu. Jawabannya sungguh diluar dugaan saya. Dia mengatakan,” James, dari pertanyaan Anda, saya bisa menyimpulkan bahwa Anda tidak mengerti pekerjaan saya. Pekerjaan saya bukan sekedar memeriksa engsel, tetapi&lt;br /&gt;lebih dari itu. Begini. Tamu-tamu kami di hotel berbintang lima ini jelas bukan orang sembarangan. mereka biasanya adalah Kepala Keluarga, CEO sebuah perusahaan, Direktur atau Manajer Senior. Dan saya tahu mereka semua jelas bertanggung jawab atas kehidupan keluarga mereka, dan juga banyak karyawan dibawahnya yang jumlahnya mungkin 20 orang, 100 atau bahkan ribuan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, kalau sesuatu yang buruk terjadi di hotel ini, misalnya saja kebakaran dan pintu tidak bisa dibuka karena engselnya rusak, mereka bisa meninggal didalam kamar. akibatnya bisa Anda bayangkan, pasti sangat mengerikan, bukan hanya untuk reputasi hotel ini, tetapi juga bagi keluarga mereka, karyawan yang berada dibawah tanggungan mereka. Keluarga mereka akan kehilangan sosok Kepala Keluarga yang menafkahi&lt;br /&gt;mereka dan karyawan mereka akan kehilangan sorang impinan senior yang bisa jadi mengganggu kelancaran perusahaan. Sekarang Anda mungkin dapat mengerti bahwa tugas saya bukan sekedar memeriksa engsel, tapi menyelamatkan Kepala Keluarga dan Pimpinan unit bisnis sebuah perusahaan. Jadi, jangan meremehkan tugas saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya benar-benar terperangah mendengar penjelasan panjang lebar Pak Lim. Dari situlah saya mengerti bahwa jika seseorang tahu benar makna dibalik pekerjaannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan bangga, dengan senang hati, dengan penuh tanggung jawab. Sebaliknya, seandainya saja Pak Lim tidak mengerti makna pekerjaannya, dia akan mengatakan bahwa tugasnya hanya sebagai tukang periksa engsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah anda tahu benar makna dibalik pekerjaan Anda? Katakanlah Anda adalah seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer unit bisnis, Kadiv, apakah Anda tahu makna dibalik pekerjaan anda sebagai seorang Staff, Kepala Bagian , Manajer atau Kadiv ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa jika seorang tahu makna pekerjaannya, dia pasti akan melakukan pekerjaan dengan rasa bangga, dan yang terpenting, dia akan membuat pekerjaannya penuh arti, bagi dirinya, bagi keluarganya dan bagi perusahaannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-8624881785153307657?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/8624881785153307657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=8624881785153307657' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/8624881785153307657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/8624881785153307657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/makna-pekerjaan-anda.html' title='Makna Pekerjaan Anda....'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-4212192330554946823</id><published>2008-11-21T01:18:00.000-08:00</published><updated>2008-11-21T01:20:55.744-08:00</updated><title type='text'>Dua orang yang baik, tapi, mengapa perkawinan tidak berakhir bahagia</title><content type='html'>Ibu saya adalah seorang yang sangat baik, sejak kecil, saya melihatnya dengan begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik, pagi hari hanya bisa makan bubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu makan nasi, dengan begitu&lt;br /&gt;baru tidak akan lapar seharian di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sore, ibu selalu membungkukkan nbadan menyikat panci, setiap panci di rumah kami bisa dijadikan cermin, tidak ada noda sedikikt pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang malam, dengan giat ibu membersihkan lantai, mengepel seinci demi seinci, lantai di rumah tampak lebih bersih dibanding sisi tempat tidur orang lain, tiada debu sedikit pun meski berjalan dengan kaki telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat rajin.&lt;br /&gt;Namun, di mata ayahku, ia (ibu) bukan pasangan yang baik.&lt;br /&gt;Dalam proses pertumbuhan saya, tidak hanya sekali saja ayah selalu menyatakan kesepiannya dalam perkawinan, tidak memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istrirahat anak-anak, ia adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak&lt;br /&gt;untuk berpretasi dalam pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia suka main catur, suka larut dalam dunia buku-buku kuno.&lt;br /&gt;Ayah saya adalah seoang laki-laki yang baik, di mata anak-anak, ia maha besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan mendidik kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, di mata ibuku, ia juga bukan seorang pasangan yang baik, dalam proses pertumbuhan saya, kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara diam diam di sudut halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah menyatakannya dengan kata-kata, sedang ibu dengan aksi, menyatakan kepedihan yang dijalani dalam perkawinan.&lt;br /&gt;Dalam proses pertumbuhan, aku melihat juga mendengar ketidakberdayaan dalam perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka, dan mereka layak mendapatkan sebuah perkawinan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, dalam masa-masa keberadaan ayah di dunia, kehidupan perkawinan mereka lalui dalam kegagalan, sedangkan aku, juga tumbuh dalam kebingungan, dan aku bertanya pada diriku sendiri : Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan yang dianggap benar.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah dewasa, saya akhirnya memasuki usia perkawinan, dan secara perlahan -lahan saya pun mengetahui akan jawaban ini.&lt;br /&gt;Di masa awal perkawinan, saya juga sama seperti ibu, berusaha menjaga keutuhan keluarga, menyikat panci dan membersihkan lantai, dengan sungguh-sungguh berusaha memelihara perkawinan sendiri.&lt;br /&gt;Anehnya, saya tidak merasa bahagia ; dan suamiku sendiri, sepertinya juga tidak bahagia. Saya merenung, mungkin lantai kurang bersih, masakan tidak enak, lalu, dengan giat saya membersihkan lantai lagi, dan memasak dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, rasanya, kami berdua tetap saja tidak bahagia. .&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, ketika saya sedang sibuk membersihkan lantai, suami saya berkata : istriku, temani aku sejenak mendengar alunan musik! Dengan mimik tidak senang saya berkata : apa tidak melihat masih ada separoh lantai lagi yang belum di pel ? Begitu kata-kata ini terlontar, saya pun termenung, kata-kata yang sangat tidak asing di telinga, dalam perkawinan ayah dan ibu saya, ibu juga kerap berkata begitu sama ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang mempertunjukkan kembali perkawinan ayah dan ibu, sekaligus mengulang kembali ketidakbahagiaan dalam perkawinan mereka. Ada beberapa kesadaran muncul dalam hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kamu inginkan ?&lt;br /&gt;Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu memandang suamiku, dan teringat akan ayah saya... Ia selalu tidak mendapatkan pasangan yang dia inginkan dalam&lt;br /&gt;perkawinannya,Waktu ibu menyikat panci lebih lama daripada menemaninya.Terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga, adalah cara ibu dalam mempertahankan perkawinan, ia memberi ayah sebuah rumah yang bersih,&lt;br /&gt;namun, jarang menemaninya, sibuk mengurus rumah, ia berusaha mencintai ayah dengan caranya, dan cara ini adalah mengerjakan urusan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku, aku juga menggunakan caraku berusaha mencintai suamiku. cara saya juga sama seperti ibu, perkawinan saya sepertinya tengah melangkah ke dalam sebuah cerita, dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran saya membuat saya membuat keputusan (pilihan) yang sama. Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu duduk di sisi suami, menemaninya mendengar musik, dan dari kejauhan, saat memandangi kain pel di atas lantai seperti menatapi nasib ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya pada suamiku : apa yang kau butuhkan ?&lt;br /&gt;Aku membutuhkanmu untuk menemaniku mendengar musik, rumah kotor sedikit tidak apa-apa-lah, nanti saya carikan pembantu untukmu, dengan begitu kau bisa menemaniku! ujar suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira kamu perlu rumah yang bersih, ada yang memasak untukmu, ada yang mencuci pakianmu.... dan saya mengatakan sekaligus serentetan hal-hal yang dibutuhkannya.Semua itu tidak penting-lah! ujar suamiku. Yang paling kuharapkan adalah kau bisa lebih sering menemaniku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sia-sia semua pekerjaan yang saya lakukan, hasilnya benar-benar membuat saya terkejut.Kami meneruskan menikamti kebutuhan masing-masing, dan baru saya sadari ternyata dia juga telah banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia, kami memiliki cara masing-masing bagaimana mencintai, namun, bukannya cara pihak kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan kebahagiaan&lt;br /&gt;Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan meletakkanya di atas meja buku, Begitu juga dengan suamiku, dia juga menderetkan sebuah daftar&lt;br /&gt;kebutuhanku. Puluhan kebutuhan yang panjang lebar dan jelas, seperti misalnya, waktu senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk kalausempat, setiap pagi memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal cukup mudah dilaksanakan, tapi ada juga yang cukup sulit, misalnya dengarkan aku, jangan memberi komentar.Ini adalah kebutuhan suami. Kalau saya memberinya usul, dia bilang akan merasa dirinya akan tampak seperti orang bodoh.Menurutku, ini benar-benar masalah gengsi laki-laki. Saya juga meniru suami tidak memberikan usul, kecuali dia bertanya pada&lt;br /&gt;saya, kalau tidak saya hanya boleh mendengar dengan serius, menurut sampai tuntas, demikian juga ketika salah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya ini benar-benar sebuah jalan yang sulit dipelajari, namun, jauh lebih santai daripada mengepel, dan dalam kepuasan kebutuhan kami ini, perkawinan yang kami jalani juga kian hari semakin penuh daya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya lelah, saya memilih beberapa hal yang gampang dikerjakan, misalnya menyetel musik ringan, dan kalau lagi segar bugar merancang perjalanan keluar kota .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, pergi ke taman flora adalah hal bersama dan kebutuhan kami, setiap ada pertikaian, selalu pergi ke taman flora, dan selalu bisa menghibur gejolak hati masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kami saling mengenal dan mencintai juga dikarenakan kesukaan kami pada taman flora, lalu bersama kita menapak ke tirai merah perkawinan, kembali ke taman bisa kembali ke dalam suasana hati yang saling mencintai bertahun-tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanya pada pihak kedua : apa yang kau inginkan, kata-kata ini telah menghidupkan sebuah jalan kebahagiaan lain dalam perkawinan. Keduanya akhirnya melangkah ke jalan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saya tahu kenapa perkawinan ayah ibu tidak bisa bahagia, mereka terlalu bersikeras menggunakan cara sendiri dalam mencintai pihak kedua, bukan mencintai pasangannya dengan cara pihak kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diri sendiri lelahnya setengah mati, namun, pihak kedua tidak dapat merasakannya, akhirnya ketika menghadapi penantian perkawinan, hati ini juga sudah kecewa dan hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Tuhan telah menciptakan perkawinan, maka menurut saya, setiap orang pantas dan layak memiliki sebuah perkawinan yang bahagia, asalkan cara yang kita pakai itu tepat, menjadi orang yang dibutuhkan pihak kedua! Bukannya memberi atas keinginan kita sendiri, perkawinan yang baik, pasti dapat diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-4212192330554946823?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/4212192330554946823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=4212192330554946823' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/4212192330554946823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/4212192330554946823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/dua-orang-yang-baik-tapi-mengapa.html' title='Dua orang yang baik, tapi, mengapa perkawinan tidak berakhir bahagia'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-5208522631676026888</id><published>2008-11-20T06:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T06:53:03.165-08:00</updated><title type='text'>Semangkuk bakmi panas</title><content type='html'>Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan&lt;br /&gt;semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?”&lt;br /&gt;Tanya si pemilik kedai.&lt;br /&gt;“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”&lt;br /&gt;“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu&lt;br /&gt;berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku&lt;br /&gt;telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”. Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan&lt;br /&gt;kepada kita. Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-5208522631676026888?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/5208522631676026888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=5208522631676026888' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/5208522631676026888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/5208522631676026888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/semangkuk-bakmi-panas.html' title='Semangkuk bakmi panas'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-5887147702340793725</id><published>2008-11-19T06:36:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T06:37:44.829-08:00</updated><title type='text'>Harga Diri Seorang Gelandangan</title><content type='html'>Seorang warga dari negara bagian Illinois , Amerika Serikat yang dikarenakan menganggur lalu jatuh miskin dan melarat. Ia hidupnya  menggelandang.&lt;br /&gt;Suatu hari, dengan tertatih-tatih masuk ke sebuah halaman rumah mewah. Dan bisa ditebak, itu adalah sebuah keluarga yang kaya raya. Tuan rumah sedang berbaring di sebuah kursi goyang berjemur matahari."Tuan, apakah ada pekerjaan yang dapat kukerjakan untuk Anda? Saya&lt;br /&gt;sudah cukup lama tidak makan."&lt;br /&gt;Si tuan rumah melirikkan mata dan menggeserkan tubuhnya. Dengan mimik dipenuhi rasa muak berkata, "Tidak ada, tidak ada!" Dan begitu  berpaling, berteriak: "John, cepat bawa sisa nasi kemari, usir orang memuakkan ini!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum tuan rumah selesai bicara, gelandangan itu segera berbalik arah, dan dengan langkah gontai meninggalkan halaman rumah itu.  Namun, ia benar-benar sudah terlampau lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan cukup lama tanpa henti, mau tidak mau berhenti dan istirahat sejenak. Kota itu sudah hampir sampai, di tempat yang tidak jauh darinya adalah sebuah rumah terakhir. "Pergi, atau tidak?" Ia merasa ragu.  Seporsi sisa nasi dingin ditukar dengan harga diri, lebih baik pergi saja, meskipun harus mati" beberapa saat kemudian, ia berdiri, lebih baik pergi lagi mengadu nasib, belum tentu manusia di dunia semuanya seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kembali ragu-ragu dan merasa bimbang, ah lebih baik memberanikan diri untuk terakhir kalinya, dan ia pun masuk. Tuan rumah kebetulan sedang memotong rumput di halaman, adalah seorang wanita. Ia tidak begitu berani untuk masuk dan dengan cermat menduga-duga si tuan  rumah. "Maaf, numpang tanya, apakah ada pekerjaan yang bisa kukerjakan  untuk Anda? Saya sudah lama tidak bekerja." Tuan rumah berpaling, dan menaksir-naksir gelandangan yang kelelahan di hadapannya. Ia memandangnya dengan sangat seksama. Ia mengangkat kepalanya, namun tidak berani langsung menghadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu menit, dua  menit, tuan rumah tidak bicara. Dan ia menanti untuk ditolak, "Jika ia berteriak memanggil John, maka saya pikir, ya sudahlah, lebih baik sendiri pergi saja."  "Oh, ada. Wah, di tempat saya ini banyak sekali kerjaan yang perlu kamu kerjakan," demikian ujar si empunya. Suaranya sangat ramah. Dan kepalanya yang diangkat menunduk dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Tetapi, tampaknya kamu sudah sangat lelah, istirahat dulu sejenak, dan setelah makan baru mulai bekerja."&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia benar-benar sudah sangat lelah, lagi pula sangat lapar, dan benar- benar berharap bisa makan sekali dengan nikmat sepuasnya, kemudian  tidur lelap sejenak. "Akan tetapi tidak, biarlah saya selesai kerja  dulu," kemudian suaranya sangat keras, ia nyaris berteriak dengan  sekuat tenaga. Si empunya wanita merasa ragu sejenak, namun akhirnya mengangguk-anggukkan kepalanya. Selanjutnya, dengan sesukanya, kemudian ia menunjuk. "Baiklah, tolong kamu bantu memindahkan kayu-kayu bakar ini ke sudut tembok barat sana , sebenarnya sejak tadi&lt;br /&gt;saya ingin memindahkannya, tetapi terlalu berat, dan dengan adanya Anda sekarang, benar-benar lega rasanya. Saya pergi dulu menyiapkan  beberapa makanan untuk Anda."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia langsung bekerja begitu disuruh, dan si gelandangan tiba-tiba merasa seluruh badannya dipenuhi dengan semangat kerja yang belum  pernah ada sebelumnya, dan ia segera mulai bekerja memindahkan kayu-kayu bakar itu. Sebenarnya tumpukan kayu-kayu bakar itu tidak&lt;br /&gt;banyak, dan sebatang kayu bakar terakhir juga telah dipindahkan ke sudut tembok itu, begitu rapi dan lega. Dan masakan tuan rumah juga&lt;br /&gt;telah disiapkan, sesepoi-sepoi aroma harum yang menusuk hidung  terbang keluar, dan memenuhi segenap halaman rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini adalah makanan yang paling nikmat, pertama kali yang dimakan si gelandangan. Ia merasa, ketika dirinya sangat kaya juga belum  pernah makan dengan senikmat ini. Si tuan rumah menemaninya makan  bersama, makannya sangat sedikit, namun ekspresi keramahtamahan dan kasih sayang di segenap wajahnya bagaikan bunda suci. Akhirnya  selesai makan. Ia lalu berhenti sebentar, menyapu sekali lagi tempat tumpukan kayu bakar tadi, dan bermain-main sejenak dengan bocah sang tuan rumah, kemudian ia memulai perjalanannya setelah mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah gelandangan pergi, tiba-tiba anak si tuan rumah mengemukakan sebuah pertanyaan, "Mama, kayu bakar itu dipindahkan dari timur ke barat, kemudian dari barat dipindahkan lagi ke timur, sudah beberapa&lt;br /&gt;puluhan kali. Mengapa setiap kali orang yang meminta-minta datang kemari, mama selalu menyuruhnya memindahkan ke sana kemari? Beberapa hari yang lalu, bukankah baru saja ada orang memindahkan kayu bakar dari tembok barat dan memindahkannya kemari?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Mereka sendiri bukankah ingin bekerja? Mama sendiri juga tidak ada pekerjaan lain yang dapat mereka kerjakan," demikian ujar mamanya malah balik bertanya."Akan tetapi, kan kayu-kayu bakar itu sama sekali tidak perlu dipindah. Jika tidak ada pekerjaan untuk mereka kerjakan, bukanka mama bisa langsung memberikan makanan untuk mereka?" si anak tetap saja tidak paham.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tidak nak, kamu sekarang masih belum paham, kamu tidak boleh menyuruh siapa pun juga menggunakan harga diri untuk menukarnya dengan sepiring nasi, biarkan mereka menukarnya dengan tenaganya&lt;br /&gt;untuk bekerja, dan itu sudah cukup. Dan mulai sekarang kamu akan memahaminya." Si anak kelihatannya mengerti meskipun tidak paham mengangguk-anggukkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-5887147702340793725?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/5887147702340793725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=5887147702340793725' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/5887147702340793725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/5887147702340793725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/harga-diri-seorang-gelandangan.html' title='Harga Diri Seorang Gelandangan'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-1703118135489643854</id><published>2008-11-19T06:32:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T06:35:31.856-08:00</updated><title type='text'>Ternyata... Hidup Ini Sederhana...</title><content type='html'>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah,  cukup memelihara kebiasaan yang baik .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah,  cukup punya inisiatif sedikit saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik." Ibu menjawab: "Mengapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah,  hanya perlu tidak marah-marah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.  Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata membina seorang anak sangat mudah,  cukup membiarkan dia rajin bekerja .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya:  "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang menjawab:  "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi." Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat:  "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah   sana ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan:  "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri,  cukup hindari kemalasan saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita,  hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan,  cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* You are what you think about. Beware of your mind.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-1703118135489643854?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/1703118135489643854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=1703118135489643854' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/1703118135489643854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/1703118135489643854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/ternyata-hidup-ini-sederhana.html' title='Ternyata... Hidup Ini Sederhana...'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-3735454139297920630</id><published>2008-11-19T06:25:00.001-08:00</published><updated>2008-11-19T06:29:04.960-08:00</updated><title type='text'>HIDUP bukanlah sebuah VCD PLAYER</title><content type='html'>Cerita ini adalah "kisah nyata" yang pernah terjadi di Amerika.&lt;br /&gt;Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya,&lt;br /&gt;kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain.&lt;br /&gt;Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira&lt;br /&gt;melihat ada truk baru,ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut.&lt;br /&gt;Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores.&lt;br /&gt;Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan&lt;br /&gt;memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang&lt;br /&gt;ayah tenang kembali,dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun&lt;br /&gt;dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang&lt;br /&gt;hancur tersebut,tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan&lt;br /&gt;untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.&lt;br /&gt;Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi&lt;br /&gt;dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata,&lt;br /&gt;"Papa, aku minta maaf tentang trukmu." Kemudian, ia bertanya, "tetapi&lt;br /&gt;kapan jari- jariku akan tumbuh kembali?"&lt;br /&gt;Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Renungkan cerita di atas! Berpikirlah dahulu sebelum&lt;br /&gt;kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk&lt;br /&gt;dapat diperbaiki.&lt;br /&gt;Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak&lt;br /&gt;dapat diperbaiki.&lt;br /&gt;Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara&lt;br /&gt;orang dan perbuatannya,&lt;br /&gt;kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar&lt;br /&gt;daripada membalas dendam.&lt;br /&gt;Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang&lt;br /&gt;kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya.&lt;br /&gt;Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan.&lt;br /&gt;Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan&lt;br /&gt;lainnya.&lt;br /&gt;Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau tidak akan&lt;br /&gt;ada waktu untuk mencintainya waktu tidak dapat kembali....&lt;br /&gt;hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat di backward dan Forward.....&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;HIDUP hanya ada tombol PLAY dan STOP saja....&lt;br /&gt;jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat membayangi kehidupan kita&lt;br /&gt;kelak....... ..&lt;br /&gt;yang menjadi sebuah inti hidup adalah "HATI"&lt;br /&gt;hati yang dihiasi belas kasih dan cinta kasih.....&lt;br /&gt;CINTA KASIH merupakan nafas kehidupan kita yang sesungguhnya. ........&lt;br /&gt;Tersentuhkah hati anda?&lt;br /&gt;klo YA, artinya anda masih mempunyai HATI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-3735454139297920630?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/3735454139297920630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=3735454139297920630' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/3735454139297920630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/3735454139297920630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/hidup-bukanlah-sebuah-vcd-player.html' title='HIDUP bukanlah sebuah VCD PLAYER'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-1900206255376413271</id><published>2008-11-19T06:15:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T06:16:39.092-08:00</updated><title type='text'>BERSYUKUR</title><content type='html'>Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja,&lt;br /&gt;cucian, makan, kebersihan &amp; kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih dan bersih dan teratur, suami serta anak2nya sangat menghargai pengabdiannya itu.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu  dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum &amp; berkata kepada sang ibu :&lt;br /&gt;'Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan' Ibu itu&lt;br /&gt;kemudian menutup matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?' Sambil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cerah.  Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Virginia Satir melanjutkan; 'Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, nafasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu meli hat jejak sepatu &amp; kotoran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu'. Ibu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sekarang bukalah mata ibu' Ibu itu membuka matanya 'Bagaimana, apakah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?' Ibu itu tersenyum dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggelengkan kepalanya. 'Aku tahu maksud anda' ujar sang ibu, 'Jika kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara positif'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena setiap meli hat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terkenal yang mengilhami Richard Binder &amp; John Adler untuk menciptakan NLP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Neurolinguistic Programming) . Teknik yang dipakainya di atas disebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;caranya dengan mengubah sudut pandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya BERSYUKUR :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan  digaji tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena  itu artinya saya masih mampu bekerja keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena  itu artinya masih ada kebebasan berpendapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Untuk setiap permasalahan hidup yang saya hadapi, karena itu artinya Tuhan sedang membentuk dan menempa saya untuk menjadi lebih baik lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-1900206255376413271?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/1900206255376413271/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=1900206255376413271' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/1900206255376413271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/1900206255376413271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/bersyukur.html' title='BERSYUKUR'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-6909452033131438663</id><published>2008-11-17T05:34:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T05:41:54.294-08:00</updated><title type='text'>Karena Wanita Begitu Berharga</title><content type='html'>Ketika TUHAN Menciptakan wanita , DIA lembur pada hari ke-6. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat datang dan bertanya " Mengapa Begitu lama TUHAN? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN menjawab "Sudahkah engkau liat semua detail yg AKU buat&lt;br /&gt;untuk menciptakan mereka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dr plastik.Setidaknya terdiri dari&lt;br /&gt;200 bagian, yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu&lt;br /&gt;menjaga banyak anak saat bersamaan,punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan&lt;br /&gt;keterpurukan. .dan semua dilakukannya dengan 2 tangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat itu Takjub.." Hanya dengan 2 tangan?...impossible !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh...Tidak!! AKU akan menyelesaikan ciptaan hari ini,karena ini adalah ciptaan favoritKU .&lt;br /&gt;"Oh ya...dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja selama 18 jam&lt;br /&gt;sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan TUHAN itu. "Tapi Engkau membuatnya begitu Lembut TUHAN?"&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Yah...Aku membuatnya begitu lembut, tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang AKu berikan&lt;br /&gt;agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia bisa berpikir?" tanya malaikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN menjawab: " Tak hanya berpikir,dia mampu bernegoisasi. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat itu menyentuh dagunya... " TUHAN ENGKAU buat ciptaan ini kelihatnya lelah dan rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Itu bukan lelah atau rapuh....itu AIR MATA".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk apa?"tanya malaikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan melanjukan : " AIR MATA adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, Cinta, kesepian, penderitaan dan kebahagian"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" ENGKAU memikirkan segala sesuatunya .Wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA Mesti. . . ! Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona bagi laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia dapat mengatasi beban bahkan laki- laki. Dia Mampu menyimpan kebahagian dan&lt;br /&gt;pendapatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Mampu menyanyi saat menangis,&lt;br /&gt;menangis saat terharu, terharu saat tertawa, bahkan tertawa saat ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkorban demi orang yang dicintainya. Dia tidak menolak kalo melihat yang lebih&lt;br /&gt;baik.Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya . Dia membawa temannya yang sakit untuk&lt;br /&gt;berobat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;- CINTANYA TANPA SYARAT -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.. Dia girang dan bersorak saat melihat temannya tertawa.. Dia begitu bahagia mendengar kelahiran... &lt;br /&gt;Hatinya begitu sedih saat mendengar berita sakit dan kematian,Tetapi dia selalu punya&lt;br /&gt;kekuatan untuk mengatasi hidup, dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hanya 1 Kekurangan dari Wanita "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-6909452033131438663?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/6909452033131438663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=6909452033131438663' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/6909452033131438663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/6909452033131438663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/karena-wanita-begitu-berharga.html' title='Karena Wanita Begitu Berharga'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-8939307555994865167</id><published>2008-11-16T23:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T23:52:26.759-08:00</updated><title type='text'>7 HAL YANG TIDAK DAPAT DIRUBAH MANUSIA</title><content type='html'>Dalam hidup ini ada 7 hal yang tidak bisa kita ubah, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jenis kelamin&lt;br /&gt;Memang ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak bisa mengubah roh (spirit) orang yang bersangkutan. Terimalah dirimu, apakah engkau wanita ataupun pria. Act like a woman/man!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang tua.&lt;br /&gt;Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan oleh orang tua yang mana. So, you must respect your parents!! Apakah orang tuamu seorang pemabuk, penjudi, pelacur sekalipun, you must respect them!! Kalau tidak, itu akan terjadi dalam kehidupanmu nanti. Your kids won’t respect you, is it terrible?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hari kelahiran.&lt;br /&gt;Sudah ditetapkan oleh Tuhan, sebelum dunia dijadikan. Amazing ha? But it’s true. Jangan menyesali, mengapa engkau harus lahir ke dunia tapi disia-siakan oleh orang yang kau kasihi. Tuhan punya tujuan untukmu.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;4. Bentuk Fisik&lt;br /&gt;Kalau engkau keriting, yah keriting aja. Kalau hidungmu pesek, terima itu. Saya banyak melihat orang yang mengubah bentuk wajahnya, apakah itu memancungkan hidung, alis matanya dicukur habis, dll, jadi kelihatan aneh dan tidak natural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Masa lalu.&lt;br /&gt;Ini juga sudah ditetapkan oleh Tuhan. Jangan melihat ke belakang. karena itu hanya membuat engkau “frozen”&lt;br /&gt;- can not do anything! Look at the future and see how good it is.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kedudukan dalam Keluarga.&lt;br /&gt;Apakah engkau anak bungsu, sulung, atau tengah, you can not change it. Nikmati sajalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Suku bangsa/ras.&lt;br /&gt;Menyesal jadi orang Indonesia yang terus menerus dilanda kesulitan? Atau menyesal jadi orang Batak yang kalau menikah perlu upacara adat yang walahhhh mahal dan lama? Atau jadi orang Cina yang suka ditindas dan diintimidasi? hmmm…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang ubah cara berpikirmu. Tuhan sudah menetapkan engkau di bangsa ini untuk satu tujuan. So, do the best in your job, loyal, jangan korupsi, itu sudah menolong untuk memperbaiki bangsa kita ini.&lt;br /&gt;Itulah 7 hal yang tidak bisa kita ubah. Kalaupun ada yang kita bisa ubah, misalnya: bentuk fisik, itu akan membawa kita ke dalam situasi yang tidak pernah puas. Selalu ingin ubah penampilan terus. Capek kan?&lt;br /&gt;Terimalah dirimu apa adanya, seperti Tuhan menerimamu. Memang dunia melihat rupa, tapi Tuhan melihat hati. Apa yang kau lakukan setiap hari itu lebih penting dari penampilanmu. Bukan berarti kau bisa berpenampilan seenaknya, tidak!! Tapi engkau harus menerima apa yang sudah Tuhan berikan padamu. Kulitmu yang hitam (manis), hidungmu yang kurang mancung,&lt;br /&gt;rambut yang lurus, kurang tinggi, dll, dsb deh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-8939307555994865167?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/8939307555994865167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=8939307555994865167' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/8939307555994865167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/8939307555994865167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/7-hal-yang-tidak-dapat-dirubah-manusia.html' title='7 HAL YANG TIDAK DAPAT DIRUBAH MANUSIA'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-1636463008085037331</id><published>2008-11-13T06:52:00.001-08:00</published><updated>2008-11-16T23:19:31.468-08:00</updated><title type='text'>Tidak Selalu Harus Berwujud "Bunga"</title><content type='html'>Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, harus saya akui, bahwa saya mulai merasa lelah. Alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa?" tanya suami saya dengan terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan" jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya suami saya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk mengubah pikiran kamu?"&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan mengubah pikiran saya. Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung. Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan coret-coretan tangannya di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu khawatir kamu akan menjadi 'aneh'. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir menangisi kematian saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih daripada saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang segelas susu dan roti kesukaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih daripada dia mencintai saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-1636463008085037331?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/1636463008085037331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=1636463008085037331' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/1636463008085037331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/1636463008085037331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/tidak-selalu-harus-berwujud-bunga.html' title='Tidak Selalu Harus Berwujud &quot;Bunga&quot;'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-4922168827217365893</id><published>2008-11-13T05:04:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T05:12:17.651-08:00</updated><title type='text'>Merawatmu di  Usia Senja</title><content type='html'>Robertson  McQuilkin mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai  rektor     &lt;br /&gt;  diUniversitas  Internasional Columbia dengan alasan merawat istrinya  Muriel   &lt;br /&gt;  yang sakit  alzheimer yaitu gangguan fungsi otak.Muriel sudah  seperti     &lt;br /&gt;  bayi,tidak bisa  berbuat apa-apa, bahkan untuk makan,mandi dan buang  airpun   &lt;br /&gt;  ia  harus dibantu.               &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;  Robertson  memutuskan untuk merawat istrinya dgn tangannya  sendiri,karena   &lt;br /&gt;  Muriel adalah  wanita yg sangat istimewa baginya.         &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;  Pernah suatu  kali ketika Robertson membersihkan lantai bekas ompol  Muriel   &lt;br /&gt;  dan  di luar kesadaran, Muriel malah menyerakkan air seninya  sendiri,     &lt;br /&gt;  sehingga  Robertson kehilangan kendali emosinya. Ia menepis tangan  Muriel   &lt;br /&gt;  dan  memukul betisnya, guna menghentikannya. Setelah itu Robertson  menyesal   &lt;br /&gt;  dan  berkata dalam hatinya, "Apa gunanya saya memukulnya,walaupun  tidak   &lt;br /&gt;  keras, tetapi  itu cukup mengejutkannya.      &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selama 44 tahun  kami menikah,saya belum pernah menyentuhnya karena  marah,   &lt;br /&gt;  namun kini di  saat ia sangat membutuhkan saya,saya  memperlakukannya     &lt;br /&gt;  demikian. Ampuni  saya, ya Tuhan." Tanpa peduli apakah Muriel mengerti  atau   &lt;br /&gt;  tidak, Robertson  meminta maaf atas hal yang telah  dilakukannya.     &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;  Pada tanggal 14  Februari 1995, hari itu adalah hari istimewa  untuk     &lt;br /&gt;  Robertson dan  Muriel, karena pada tanggal itu di tahun 1948,  Robertson     &lt;br /&gt;  melamar Muriel.  Pada hari istimewa itu Robertson memandikan Muriel,  lalu   &lt;br /&gt;  menyiapkan makan  malam dengan menu kesukaan Muriel.Menjelang tidur  ia   &lt;br /&gt;  mencium dan  menggenggam tangan Muriel lalu berdoa, "Tuhan yang baik,  Engkau   &lt;br /&gt;  mengasihi Muriel  lebih dari aku mengasihinya, karena itu jagalah  kekasih     &lt;br /&gt;  hatiku ini  sepanjang malam dan biarlah ia mendengar nyanyian  malaikatMu.   &lt;br /&gt;  Amin."                 &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;  Pagi harinya,  ketika Robertson berolahraga dengan  menggunakan     &lt;br /&gt;  sepeda  statisnya,Muriel terbangun dari tidurnya. Ia berusaha  untuk     &lt;br /&gt;  mengambil posisi  yang nyaman, kemudian melempar senyum manis  kepada   &lt;br /&gt;  Robertson. Untuk  pertama kalinya setelah selama berbulan-bulan Muriel  tidak   &lt;br /&gt;  pernah  berbicara, memanggil Robertson dengan suara yang lembut dan  bening,   &lt;br /&gt;  "Sayangku ...  sayangku ..." Robertson melompat dari sepedanya dan  segera   &lt;br /&gt;  memeluk wanita  yang sangat dikasihinya itu. "Sayangku, kau  benar2     &lt;br /&gt;  mencintaiku  bukan ?" tanya Muriel. Setelah melihat anggukan dan  senyum   &lt;br /&gt;  diwajah  Robertson, Muriel berbisik, "Aku bahagia !" Itulah  kata-kata     &lt;br /&gt;  terakhir yang  diucapkan Muriel kepada Robertson.         &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;  Memelihara dan  membahagiakan orang-orang yang berarti dalam hidup  kita   &lt;br /&gt;  adalah suatu  ibadah di hadapan Tuhan. Mengurus suami atau isteri yang  sudah   &lt;br /&gt;  tidak berdaya  adalah suatu perbuatan yang mulia. Mengurus  ayah/ibu atau     &lt;br /&gt;  mertua adalah tugas anak ataupun menantu. Mengurus kakek  atau nenek yang   &lt;br /&gt;  sudah renta dan pikun juga adalah tanggung jawab para  cucu. Jangan abaikan   &lt;br /&gt;  mereka yang  telah renta, apalagi ketika mereka sudah tidak bisa  berbuat     &lt;br /&gt;  apa2 lagi.  Peliharalah mereka dengan kesabaran dan penuh  kasih      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-4922168827217365893?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/4922168827217365893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=4922168827217365893' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/4922168827217365893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/4922168827217365893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/merawatmu-di-usia-senja_13.html' title='Merawatmu di  Usia Senja'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-2012552660974818372</id><published>2008-11-11T06:05:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T05:16:01.655-08:00</updated><title type='text'>ROSE : Impian Seorang Mahasiswi</title><content type='html'>Dari Milis Teman ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah. Ia menyapa, "Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maukah kamu memelukku? "Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, "Tentu saja boleh!". Dia pun memberi saya pelukan yang sangat erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?" tanya saya berolok-olok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah yang serius?" pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya! " katanya. Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon. Dengan ringan berkata, "Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menjadi tua karena berhenti bermain. Hanya ada rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan humor setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan. Setiap orang pasti menjadi tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan." "Jangan pernah menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose". Dia menantang setiap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai. Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan. Ingatlah, menjadi tua adalah kemestian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-2012552660974818372?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/2012552660974818372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=2012552660974818372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/2012552660974818372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/2012552660974818372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/rose-impian-seorang-mahasiswi.html' title='ROSE : Impian Seorang Mahasiswi'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-5615305430828901121</id><published>2008-11-06T06:44:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T05:23:13.533-08:00</updated><title type='text'>Optimisme, Pesimisme, Pengetahuan, Kemakmuran, Kesombongan, dan Kasih Sayang.</title><content type='html'>Berikut ada kisah menarik dari tulisan George W Burns (psikoterapist) yang saya forward dan mudah2an bisa jadi perenungan dan pencerahan bagi kita semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika, ada sebuah pulau yang dihuni oleh semua sifat manusia. Ini berlangsung lama sebelum mereka menghuni tubuh manusia, dan lama sekali sebelum kita mengotak-ngotakkannya kedalam istilah baik atau buruk. Pokoknya mereka ada, dengan ciri-cirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sifat-sifat tersebut berdiri sendiri sebagaimana manusia.&lt;br /&gt;Mungkin itu sebabnya pada akhirnya mereka bersatu.&lt;br /&gt;Dipulau tersebut hiduplah Optimisme, Pesimisme, Pengetahuan, Kemakmuran, Kesombongan, dan Kasih Sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu sifat-sifat yang lain hidup disana juga. Pada suatu hari dimaklumatkan bahwa pulau tersebut pelan-pelan tenggelam. Ketika sifat-sifat tersebut mendengar berita ini, mereka dilanda kepanikan.&lt;br /&gt;Mereka berlarian kesana kemari seperti semut yang rumahnya diinjak sampai hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat mereka mulai tenang dan merencanakan tindakan positif.&lt;br /&gt;Karena hidup di pulau, kebanyakan dari mereka punya perahu, jadi mereka semua memperbaiki perahu mereka dan mengatur pemberangkatan dari pulau.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih Sayang belum siap. Dia tidak memiliki perahu sendiri. Mungkin dia telah meminjamkannya kepada seseorang bertahun-tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Dia menunda keberangkatannya hingga saat-saat terakhir agar dia bisa membantu orang lain bersiap-siap. Pada akhirnya Kasih Sayang memutuskan bahwa dia harus meminta bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemakmuran baru saja berangkat dari dermaga didepan rumahnya yang besar.&lt;br /&gt;Perahunya besar sekali, lengkap dengan semua teknologi paling mutakhir dan perangkat navigasi. Jika bepergian dengannya sudah pasti perjalanan mereka akan menyenangkan.&lt;br /&gt;"Kemakmuran," panggil Kasih Sayang, "bolehlah aku ikut bersamamu?"&lt;br /&gt;"Tidak bisa," jawab Kemakmuran. "Perahuku sudah penuh.&lt;br /&gt;Berhari-hari kuhabiskan untuk memenuhinya dengan seluruh emas dan perak milikku.&lt;br /&gt;Bahkan hanya tersisa sedikit ruang untuk perabotan antik dan koleksi seni. Tidak ada ruang untukmu disini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih Sayang memutuskan untuk minta tolong kepada Kesombongan yang sedang lewat didepannya menaiki perahu yang unik dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kesombongan, sudikah engkau menolongku?"&lt;br /&gt;"Maaf, " kata kesombongan. "Aku tidak bisa menolongmu.&lt;br /&gt;Tidakkah kau lihat sendiri? Kamu basah kuyup dan kotor. Coba bayangkan, betapa kotornya dek perahuku yang mengilat ini nanti jika kamu naik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Kasih Sayang melihat Pesimisme yang sedang berusaha sekuat tenaga mendorong perahunya ke air.&lt;br /&gt;Kasih Sayang meletakkan tangannya ke buritan kapal dan membantu Pesimisme mendorong perahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesimisme mengeluh terus menerus. Perahunya terlalu berat, pasirnya terlalu lembut, dan airnya terlalu dingin. Sungguh hari yang tidak tepat untuk melaut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan yang diberikan mendadak sekali, dan pulau ini tidak seharusnya tenggelam.&lt;br /&gt;Mengapa semua kesialan ini terjadi padanya? Mungkin dia bukan teman seperjalanan yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi Kasih Sayang sudah sangat kepepet.&lt;br /&gt;"Pesimisme, bolehkah aku menumpang perahumu?"&lt;br /&gt;"Oh, Kasih Sayang, engkau terlalu baik untuk berlayar denganku. Sikapmu yang penuh perhatian bahkan menjadikanku merasa lebih bersalah dan tidak keruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, seandainya ada ombak besar yang menghantam perahu kita dan engkau tenggelam. Bagaimana menurutmu perasaanku jika itu terjadi? Tidak, aku tidak bisa mengajakmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu perahu yang dilihat terakhir kali meninggalkan pulau adalah Optimisme. Dia tidak percaya dengan segala omong kosong tentang bencana dan hal-hal buruk, yaitu bahwa pulau ini akan tenggelam. Seseorang akan mampu berbuat sesuatu dan sebelum pulau ini benar-benar tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih Sayang berteriak memanggilnya, tetapi Optimisme terlalu sibuk menatap kedepan dan memikirkan tujuan berikutnya sehingga dia tidak mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih Sayang berteriak memanggilnya sekali lagi, tetapi bagi Optimisme tidak ada istilah menoleh kebelakang. Dia sudah meninggalkan masa lalu dibelakang, dan berlayar menuju masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Kasih Sayang sudah nyaris putus asa, dia mendengar sebuah suara, "Ayo, naiklah keperahuku."&lt;br /&gt;Kasih Sayang merasa begitu lelah dan letih sehingga dia meringkuk diatas perahu dan langsung tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tertidur sepanjang perjalanan sampai nakhkoda kapal mengumumkan bahwa mereka telah sampai ditanah kering dan dia bisa turun.&lt;br /&gt;Dia begitu berterimakasih dan gembira karena perjalanannya berjalan aman sehingga dia berterimakasih kepada sang nakhoda dengan hangat, kemudian meloncat kepantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melambaikan tangannya ketika pelaut itu meneruskan perjalanannya. Baru pada saat itulah dia sadar kalau lupa menanyakan nama nakhoda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dipantai dia bertemu dengan Pengetahuan dan bertanya,"Siapa tadi yang menolongku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu tadi Waktu"jawab Pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu?" tanya Kasih Sayang,&lt;br /&gt;"Mengapa hanya Waktu yang mau menolongku ketika semua orang tidak mau mengulurkan tangan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan tersenyum dan menjawab,"Sebab hanya Waktu yang mampu mengerti betapa hebatnya Kasih Sayang."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-5615305430828901121?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/5615305430828901121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=5615305430828901121' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/5615305430828901121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/5615305430828901121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/11/optimisme-pesimisme-pengetahuan.html' title='Optimisme, Pesimisme, Pengetahuan, Kemakmuran, Kesombongan, dan Kasih Sayang.'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-4884199178554742322</id><published>2008-10-15T04:55:00.000-07:00</published><updated>2008-11-13T05:24:11.229-08:00</updated><title type='text'>4 Rahasia Laki - Laki</title><content type='html'>Hasil polling online yang dilakukan salah satu portal internet menemukan bahwa 42% responden perempuan mengalami kesulitan membuat pasangan mereka terbuka dan mau bicara tentang masalah yang sedang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para perempuan yang menjadi responden polling ini menyatakan bahwa mereka putus asa dan cenderung mengambil sikap menyalahkan pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sama halnya seperti perempuan, laki-laki sebenarnya ingin membicarakan masalah yang sedang mereka hadapi pada pasangan. Namun hal ini tidak mudah bagi mereka. So… pahami rahasia mereka, dan bantu pasangan Anda untuk lebih membuka diri.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tak tahan ditertawakan/dikritik&lt;br /&gt;Kebanyakan lelaki beranggapan perempuan sangat kritis dan berpikir lebih detail. Akibatnya lelaki khawatir jika berterus terang, ia akan ditertawakan. Lelaki cenderung merasa tertolak dan malu jika mengalami hal ini. Anggapan tentang cara berpikir perempuan yang kritis, cenderung membuat lelaki merasa dirinya akan dihakimi bila bercerita tentang masalahnya. Terlebih lagi bila Anda senantiasa “memandang” pasangan berbeda setelah ia berterus terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Cara terbaik untuk menghadapi hal ini adalah bersabar dan menahan diri saat menanggapi pasangan. Dengarkan dengan cermat ketika pasangan bercerita. Jangan menghalangi dia mengungkapkan dirinya. Jika Anda melakukan hal ini dengan tulus, pasangan dapat merasakannya. Ia akan terbiasa dan mudah mengungkapkan dirinya pada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Takut ditinggalkan&lt;br /&gt;Banyak lelaki berpikir, jika ia berterus terang tentang hal yang tidak umum dan cenderung negatif pada pasangan, maka ia akan ditinggalkan.&lt;br /&gt;Solusi: Tunjukkan bahwa Anda percaya padanya, hingga pasangan tidak ragu untuk bercerita tentang berbagai hal pada Anda. Ketika ia meminta pendapat Anda, tawarkanlah sesuatu yang positif. Hindari dorongan untuk memberitahu “hal yang benar” menurut Anda. Sebaliknya, pandanglah masalah tersebut dari sisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak tahu&lt;br /&gt;Lelaki dibesarkan dalam pola pengasuhan yang berbeda dengan perempuan. Mereka diharapkan melindungi perempuan, dan bisa mengatasi berbagai masalah termasuk masalah diri mereka sendiri. Kondisi sejak awal inilah yang membuat lelaki tidak terbiasa untuk berbagi masalah dan membicarakannya secara terbuka dengan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Cara terbaik membantu seorang lelaki untuk berbicara terbuka adalah dengan memberikan contoh padanya. Ceritakan berbagai pikiran dan perasaan Anda padanya. Berbagilah cara mengatasi masalah yang pernah dan sedang Anda hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perempuan sulit menerima kejujuran&lt;br /&gt;Kebanyakan laki-laki berpendapat perempuan ingin dan perlu dibohongi, karena mereka tidak dapat menerima kejujuran. Terlebih lagi, jika kejujuran yang diungkapkan pasangan berisiko memicu pertengkaran atau perubahan sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Pastikan pasangan Anda mendapatkan jaminan bahwa Anda tidak seperti yang dicemaskannya. Keinginan mendengarkan sebuah kejujuran adalah awal sebuah hubungan yang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal penting yang harus Anda ingat ketika meminta pasangan untuk berterus terang adalah, bahwa Anda akan lebih banyak memberi. Jangan lelah melakukannya, justru cara ini akan membuat pasangan mengembangkan respek pada Anda, bahkan lebih dari yang Anda bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-4884199178554742322?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/4884199178554742322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=4884199178554742322' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/4884199178554742322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/4884199178554742322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/10/4-rahasia-lak-laki.html' title='4 Rahasia Laki - Laki'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2229063242518344255.post-2549918554410499329</id><published>2008-10-10T16:46:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T16:50:14.010-07:00</updated><title type='text'>"Lullaby (Goodnight, My Angel)" — Billy Joel</title><content type='html'>Good night my angel time to close you eyes&lt;br /&gt;And save these questions for another day&lt;br /&gt;I think I know what you've been asking me&lt;br /&gt;I think you know what I've been trying to say&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I promised I would never leave you&lt;br /&gt;And you should always know&lt;br /&gt;Where ever you may go&lt;br /&gt;No matter where you are&lt;br /&gt;I never will be far away&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good night my angel now it's time to sleep&lt;br /&gt;And still so many things I want to say&lt;br /&gt;Remember all the songs you sang for me&lt;br /&gt;When we went sailing on an emerald bay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And like a boat out on the ocean&lt;br /&gt;I'm rocking you to sleep&lt;br /&gt;The water's dark and deep&lt;br /&gt;Inside this ancient heart&lt;br /&gt;You'll always be a part of me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goodnight my angel now it's time to dream&lt;br /&gt;And dream how wonderful your life will be&lt;br /&gt;Someday your child will cry and if you sing this lullaby&lt;br /&gt;Then in your heart there will always be a part of me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Someday we'll all be gone&lt;br /&gt;But lullabies go on and on&lt;br /&gt;They never die that's how you and I will be&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2229063242518344255-2549918554410499329?l=dhiniasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhiniasa.blogspot.com/feeds/2549918554410499329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2229063242518344255&amp;postID=2549918554410499329' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/2549918554410499329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2229063242518344255/posts/default/2549918554410499329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhiniasa.blogspot.com/2008/10/lullaby-goodnight-my-angel-billy-joel.html' title='&quot;Lullaby (Goodnight, My Angel)&quot; — Billy Joel'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-ITwOTYo8KnU/Trt2Cv9ULsI/AAAAAAAABlE/fKHgwO3MEeA/s220/remiq.net_8728%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
